Kampar (Inmas) – Akibat derasnya curah hujan, ditambah dibukanya pintu air Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Pondok Pesantren Darul Fatah, Dusun Teratak Padang, Desa Sendayan, Kecamatan Kampar, terendam saat ini terendam banjir. Demikian disampaikan Kepala MA Ponpes Darul Fatah Mahmudin SAg, kepada Humas Kemenag Kampar Gustika Rahman SPdI, hari senin (10/12/2018) diruang kerjanya.
Mahmudin menyampaikan, bahwasanya proses belajar mengajar di Pondok Pesantren Darul Fatah saat ini lumpuh total. Seluruh ruangan dan Mushollah terendam banjir. Ketinggian air mencapai 60 cm atau setinggi lutut orang dewasa.
Lebih lanjut Mahmudin menyampaikan, terendamnya Pondok Pesantren Darul Fatah ini diakibatkan tingginya curah hujan dan dibukanya 5 pintu PLTA Koto panjang pada hari minggu kemaren. Seperti yang kita ketahui bersama, pihak Manajemen Unit Layanan PLTA Koto Panjang memutuskan untuk kembali menambah tinggi buka pintu pelimpah (spillway gate) 5 pintu x 120 cm, Tambah tinggi Buka Pintu : 5 pintu x 150 cm
(penambahan 30 cm setiap pintu)
Dengan di tambahnya tinggi buka pintu pelimpah, maka outflow pintu pelimpah (spillway gate) sebesar 1085 m3/detik dan di tambah outflow turbin sebesar 349 m3/detik (total outflow 1434m3/detik) di prediksi akan berdampak naiknya tinggi muka air sungai kampar antara 50 - 80 cm dari saat sekarang. Oleh karena itu, saat ini banjir masih menggenangi Pondok kita, ungkap Mahmudin.
Sementara itu Humas Kemenag Kampar Gustika Rahman SPdI, dalam kesempatan yang sama menyampaikan kepada seluruh masyarakat terutama yang berada di pingiran sungai Kampar atau di dataran rendah, untuk tetap waspada. Karena pada hari ini pihak Manajemen Unit Layanan PLTA Koto Panjang kembali memutuskan untuk tetap mempertahankan tinggi buka pintu pelimpah (spillway gate) di 5 pintu x 150 cm.
Untuk itu, diharapkan bagi masyarakat yang beraktifitas dan bertempat tinggal di sepanjang aliran sungai kampar untuk lebih berhati hati dan meningkatkan ke waspadaan dengan naiknya dan derasnya aliran sungai, terutama bagi Madrasah kita yang terletak di sepanjang aliran sungai Kampar atau didataran rendah, untuk mengamankan barang-barang berharganya. (Ags/Usm)