Riau (Inmas) - Panggung gembira merupakan acara yang paling dinanti oleh seluruh santri yang berjumlah lebih kurang 400 orang tersebut. Pentas seni kali ini memukau penonton sehingga tidak ada yang beranjak dari tempat duduknya ditengah gerimis yang turun. Acara yang dibuka oleh Kakanwil Kemenag Riau pada Sabtu (23/09) pukul 21.00 WIB itu terasa meriah tatkala instrumen musik mulai terdengar setiap kali satu per satu penampilan dipanggil naik ke panggung.
Ustadz Muhammad Hanif sebagai pimpinan pondok yang memiliki 400 an siswa santri tersebut mengaku bangga kegiatan Khutbatul 'Arsyi ini bisa terselenggara dan mulai bisa menyerap para tamu dan alumni. Penggunaan lighting, ditambah musik tematik dan alur cerita yang inspiratif, penampilan yang dikerucutkan sesuai tema yang lebih variatif dikemas dengan apik dan elegan dengan penuh kejutan sejak sebelum acara dimulai, merupakan bukti santri hari ini telah melakukan pergerakan, terang ustadz humoris ini.
Ia berharap gerimis yang mengiringi selama acara berlangsung pertanda baik dan mendapatkan berkah dari Allah untuk pondok tercinta ini.
Bergeraklah, karena dalam setiap pergerakan pasti akan keberkahan, ucapnya memberi spirit. Pada hari ini seluruh siswa santri Alkaustar yang telah dibimbing oleh guru guru pondok selama ini, terkhusus anak anak KMI termasuk generasi alumni 630. Hari ini, semuanya bergerak dan bahkan lebih kurang dua bulan mempersiapkan kegiatan ini.
"Ketika kita menggerakkan diri kita, pada intinya kita sedang menggerakkan seluruhnya, maka bergeraklah terus dengan semaksimal mungkin. Hidup hanya sekali hiduplah yang berarti, ujarnya penuh semangat.
Seluruh kegiatan dimulai dari kegiatan olah raga, kuliah umum untuk santri termasuk guru guru, mengenalkan pondok dari dalam, mengenalkan pondok dari luar hingga keseluruhan inilah sekarang puncaknya dari semua kegiatan itu dengan gelaran pentas seni ini. Dengan suksesnya penyelenggaraan panggung gembira ini, insyaallah akan menjadi barometer bagi kesuksesan kegiatan pondok dimasa mendatang.
"Disini dtampilkan seluruhnya, baik itu bahasa, seni, kedisiplinan, kesabaran dan pengorbanan", imbuhnya.
"Segala bentuk persiapan mulai dari konsep acara, dana, santrilah yang bergerak, mereka membiayai sendiri semuanya secara mandiri untuk helat besar ini, pondok hanya menfasilitasi dalam bentuk tanda tangan saja", ungkapnya.
"Mereka berupaya menggalang dana sendiri, ada yang dikasih banyak, ada yang sedikit, bahkan ada yang dikasih nasehat dan do'a saja", ujar Hanif sedikit berseloroh.
Dibalik itu semua, Hanif yakin mereka bergerak untuk menjadi santri yang berkualitas dan militan untuk menggerakkan umat nantinya. Untuk itu masuklah ke pondok secara kaffah,masuklah secara keseluruhan insyaallah anak anak kita, umat kita makin menjadi generasi yang lebih baik lagi kedepan, ucapnya menghimbau khsusus kepada santri dan wali santri yang hadir.
Dengan muhasabah Khutbatul 'Arsy sekaligus bertepatan dengan muhasabah 1 Muharrom 1439 H, agaknya pas jika pondok Alkaustar menggelar hajat yang besar ini, ucapnya lagi. Di usia Al Kaustar yang ke 30 Tahun hari ini, ia bersyukur dan sangat bangga atas kehadiran Kakanwil dalam pentas seni islami tersebut. "Saya membayangkan, suatu saat nanti panggung gembira ini boleh jadi tak hanya Kakanwil yang bisa hadir, namun Menag RI yang kita undang duduk bersama kita disini", ujarnya mengharap.
Terakhir, ia mengucapkan selamat kepada siswa RKMI dan berpesan kepada seluruh santri agar santri terus belajar dengan ikhlas dan bergerak memacu diri."Lihatlah lalu rasakan apa yang kamu lihat, perhatikan dan rasakanlah apa yang kamu dapatkan, karena suksesnya acara ini semua wujud dari pendidikan, pendidikan bagi anak anak, guru guru, masyarakat dan wali santri kita", tuturnya menutup orasi.(vera/adi)