Pondok Pesantren Bisa Jadi Idola Jika di Kelola Dengan Baik
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Perhatian pemerintah dalam memajukan pondok pesantren dari hari ke hari mendapat respon yang cukup baik. Hal ini bisa dilihat dari keseriusan pemerintah pusat dalam meningkatkan prestasi para santri. Dimana para santri yang berprestasi diberikan beasiswa untuk melanjutkan pendidik...
Pekanbaru (Humas)- Perhatian pemerintah dalam memajukan pondok pesantren dari hari ke hari mendapat respon yang cukup baik. Hal ini bisa dilihat dari keseriusan pemerintah pusat dalam meningkatkan prestasi para santri. Dimana para santri yang berprestasi diberikan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi. Para santri berprestasi ini diberi kesempatan untuk mengikuti pendidikan di perguruan tinggi terkemuka di indonesia dan dibiayai sampai mereka selesai menempuh pendidikan tersebut. Ini adalah salah satu bukti perhatian dan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan mutu dan kualitas pondok pesantren di Indonesia.
Demikian dikatakan Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Riau Drs H Albakiran Balim ketika membuka acara orientasi manajemen pengelolaan Pondok Pesantren di lingkungan Kanwil Kemenag Riau, Selasa (28/9) bertempat di Hotel Sri Indrayani Pekanbaru.
Albakiran menambakan, pondok pesantren yang ada di Provinsi Riau masih kalah kualitasnya dengan pondok pesantren yang ada di pulau Jawa. di Jawa, ilmu yang disampaikan kepada para santri bukan hanya masalah akhirat saja tetapi juga masalah dunia. Selain mengajarkan ilmu-ilmu keagamaan, para santri juga di ajarkan bagaimana memanajeman ilmu ekonomi.
"Jika pondok pesantren dikelola dengan baik maka tidak perlu lagi para santri Riau dikirim keluar dearah, untuk itu kita perlu meningkatkan kualitas dan peranan pondok pesantren di masyarakat dengan memberikan ilmu-ilmu yang bermanfaat, selain ilmu keagamaan perlu juga diberikan ilmu-ilmu pengetahuan lainnya, dengan pengelolaan yang baik tersebut pondok pesantren diharapkan menjadi idola dan rebutan para masyarakat untuk memasukkan anaknya ke pondok pesantren," harap albakiran.
Ketua panitia kegiatan Drs H Rialis MPd dalam laporannya menyampaikan Orientasi menajemen pengelolaan pondok pesantren di lingkungan Kanwil Kemenag Riau di selenggarakan tanggal 28-30 September 2010. Orientasi di ikuti sebanyak 40 peserta utusan dari pengurus pondok pesantren yang tersebar di kabupaten/kota se Provinsi Riau.
Adapun materi yang disampaikan yakni kebijakan Kakanwil Kemenag Riau tentang pembinaan dan pengembangan pondok pesantren di Provinsi Riau, kebijakan kepala bidang pekapontren dan manajemen pontren, potensi dan problem pengelolaan pondok pesantren, manajemen dan pemeliharaan aset pondok pesantren, inovasi pendidikan dan pengembangan kurikulum pondok pesantren, penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan pada pondok pesantren, pengelolaan pendidikan diniyah, dan upaya peningkatan mutu pondok pesantren. (joni)