0 menit baca 0 %

Pokjahulu Bahas Karya Tulis Ilmiah, Ini Hasilnya

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas), Dalam rangka peningkatan kualitas dan profesionalitas Penghulu di bidang penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI), Kelompok Kerja Penghulu (Pokjahulu) Kementerian  Agama Kota Pekanbaru laksanakan kegiatan diskusi tentang  KTI di aula Kantor Kemenag Kota Pekanbaru.


Pekanbaru (Inmas), Dalam rangka peningkatan kualitas dan profesionalitas Penghulu di bidang penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI), Kelompok Kerja Penghulu (Pokjahulu) Kementerian  Agama Kota Pekanbaru laksanakan kegiatan diskusi tentang  KTI di aula Kantor Kemenag Kota Pekanbaru. Pembahasan tersebut berlangsung selama 2 hari yaitu pada hari Senin minggu yang lalu dan hari ini. Ungkap ketua Pokjahulu, Drs. H. Mas'adi. Senin (06/11).

Dari pembahasan yang disajikan ada 4 bentuk penulisan karya ilmiah sebagaimana disampaikan oleh para penyaji (narasumber); Pertama; Penulisan Hasil Evaluasi oleh Fahmi Wahyudi, M.Sy. Kedua; Penulisan hasil Penelitian oleh DR. Taufik, M.Sy, Ketiga: Penulisan hasil Survei oleh Iwan Syah Putra Harahap, ME.Sy dan Keempat; Penulisan hasil Kajian oleh Rusydi, MH. Ungkap Mas'adi.

Kajian tentang Karya Tulis Ilmiah ini sangat penting bagi seorang penghulu untuk meningkatkan angka kriditnya , karena KTI mempunyai nilai yang sangat tinggi. Agar karya tulis tersebut dianggap sebagai suatu karya ilmiah, maka karya tulis itu harus  diseminarkan. Untuk itu Pokjahulu telah sepakat bahwa dalam satu tahun Penghulu harus memiliki satu makalah yang diseminarkan. Papar Mas'adi.

Diskusi tentang KTI ini sangat menarik dan hidup hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang cukup menukik dari peserta diskusi, seperti yang ditanyakan oleh Hasbirullah, S.HI  salah seorang  penghulu dari kecamatan Tampan. (Idris)