Pekanbaru
(Inmas), Dalam rangka peningkatan kualitas dan profesionalitas Penghulu di
bidang penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI), Kelompok Kerja Penghulu (Pokjahulu)
Kementerian Agama Kota Pekanbaru laksanakan
kegiatan diskusi tentang KTI di aula
Kantor Kemenag Kota Pekanbaru. Pembahasan tersebut berlangsung selama 2 hari
yaitu pada hari Senin minggu yang lalu dan hari ini. Ungkap ketua Pokjahulu,
Drs. H. Mas'adi. Senin (06/11).
Dari
pembahasan yang disajikan ada 4 bentuk penulisan karya ilmiah sebagaimana
disampaikan oleh para penyaji (narasumber); Pertama; Penulisan Hasil Evaluasi
oleh Fahmi Wahyudi, M.Sy. Kedua; Penulisan hasil Penelitian oleh DR. Taufik,
M.Sy, Ketiga: Penulisan hasil Survei oleh Iwan Syah Putra Harahap, ME.Sy dan
Keempat; Penulisan hasil Kajian oleh Rusydi, MH. Ungkap Mas'adi.
Kajian
tentang Karya Tulis Ilmiah ini sangat penting bagi seorang penghulu untuk
meningkatkan angka kriditnya , karena KTI mempunyai nilai yang sangat tinggi.
Agar karya tulis tersebut dianggap sebagai suatu karya ilmiah, maka karya tulis
itu harus diseminarkan. Untuk itu
Pokjahulu telah sepakat bahwa dalam satu tahun Penghulu harus memiliki satu
makalah yang diseminarkan. Papar Mas'adi.
Diskusi
tentang KTI ini sangat menarik dan hidup hal ini terlihat dari banyaknya
pertanyaan yang cukup menukik dari peserta diskusi, seperti yang ditanyakan
oleh Hasbirullah, S.HI salah
seorang penghulu dari kecamatan Tampan.
(Idris)