Pekanbaru (Inmas) – PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Pimpinan Cabang Kota Pekanbaru laksanakan PKD (Pelatihan Kader Dasar) bagi anggota PMII di Pondok Pesantren Daarut Tauhid Al Maktub yang berlangsung sejak 7 – 10 April 2017. Kegiatan ini tidak saja dihadiri para anggota PMII Kota Pekanbaru tapi juga dari berbagai daerah di Provinsi Riau seperti dan Rokan Hilir dan kabupaten lainnya.
Kegiatan penutupan ini dihadiri pengasuh PP Daarut Taukhid Habib Husein Al Maktub beserta para ustaz, Binmas Polresta Widayat beserta dua orang anggota serta beberapa pengurus PMII Riau, peserta PKD dan sejumlah pengurus PMII Riau.
Pada acara penutupan, Senin pagi (10/04), Ketua PC PMII Kota Pekanbaru Jamil Siregar menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Pesantren Daarut Tauhid yang telah menyediakan fasilitas berupa tempat dan lain sebagainya bagi kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk mendidik para kader PMII agar menjadi mujahid dakwah dan menjaga ghirah atau semangat perjuangan PMII dalam masyarakat. Selain itu juga dalam rangka mengantisipasi paham radikal. Selanjutnya ia juga berharap kepada kader yang telah didik agar memegang teguh iktikad ahli sunnah wal jamaah dalam berpikir dan dalam pergerakan. “Kalian sekarang sudah menjadi kader. Gelar ini jangan hanya gelar tapi ilmu dan ghirah PMII ini diterapkan dalam masyarakat. Selain itu paham Aswaja harus dipegang teguh dalam setiap pemikiran dan gerakan,” ungkapnya.
Kegiatan ini ditutup oleh H Griven H Putera MAg yang merupakan pegawai Subbag Hukum dan Kerukunan Umat Beragama Kanwil Kemenag Riau. Pada kesempatan itu, Griven berharap agar mahasiswa benar-benar menjaga fungsi utama sosial mereka yaitu menjadi agent of social change di tengah masyarakat.
Selain itu kata Griven, seorang pemimpin besar adalah pertama dan utama ia mampu memimpin dirinya sendiri. Banyak para pemimpin sekarang tergelincir bahkan masuk penjara karena tidak mampu memimpin dirinya sendiri, yaitu tidak mampu mengendalikan hawa nafsunya. Untuk itu Griven berpesan agar para kader PMII tersebut menjadikan Nabi Muhammad Saw sebagai panutan dalam memimpin. Keberhasilan Nabi Muhammad Saw dalam memimpin karena ia mampu memimpin hatinya agar tidak dikendalikan oleh hawa nafsu. Sehingga nabi Muhammad Saw menjadi pemimpin terbaik sepanjang masa. (ghp)