Riau (Inmas) Kenakalan Remaja merupakan masalah terbesar yang
di hadapi Bangsa Indonesia, mulai dari Tauran Pelajar, Narkoba dan Seks Bebas.
Berdasarkan Hasil survey 63 persen Remaja Indonesia terjerumus dalam masalah
Kenakalan Remaja tersebut, Hal ini lah yang melatar belakangi Bimbingan
Masyarakat Buddha adakan Pembinaan Karakter Siswa- siswi Buddhis tingkat SMA /
SMK bertempat di Hotel Ratu Mayang Garden – Pekanbaru, Senin 04 Maret 2019.
Hadir pada Kesempatan tersebut Plt Kepala Kantor Wilayah
Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs. H. Mahyudin, MA sebagai Narasumber yang
didampingi oleh Pembimbing Masyarakat Buddha, Tarjoko S.Pd, MM
Banyak hal yang telah terjadi dalam bidang pendidikan guna menyesuaikan
beberapa hal yang harus disesuaikan dengan perubahan Zaman diantaranya
Perubahan Kurikulum. Kurikulum 2013 merupakan suatu upaya karena terjadinya
sesuatu yang tidak sesuai lagi dengan budaya Indonesia yang ada ditengah
masyarakat saat ini ucap Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama mengawali
sambutannya pada Pembinaan Karakter Siswa - Siswi Buddhis tingkat SMA/SMK.
Pelajar adalah orang yang sedang belajar disekolah yang masih
labil dan sedang mencari jati diri. Pada Posisi seperti ini lah yang menyebabkan
banyak sekali remaja terjerumus dalam hal-hal yang negative seperti Tawuran,
Seks Bebas serta Narkoba yang banyaksekali terjadi di Indonesia saat ini.
Beliau menambahkan Kenapa Kurikulum 13 Hadir , Pertama karena
Pendidikan Karakter itu sudah memudar di kalangan remaja saat ini, Kedua
berusaha melalukan hal yang belum sepantasnya dilakukan oleh seorang pelajar
dan yang Ketiga Bolos dalam Belajar. Kurikulum 13 hadir untuk merubah siswa menjadi
berkarakter dengan mendekatkan diri dengan ajaran agama, karna semua agama pasti mengajarkan yang baik guna mendukung perkembangan anak/ Remaja sesuai ajaran agama masing - masing.
Beliau berharap semua siswa- siswi mampu mengikuti pembinaan Karakter sebaik- baiknya karena siswa-siswi sekalian adalah generasi penerus bangsa dan berharap pembinaan ini mampu membentuk karakter anak sesuai dengan tuntutan yang ada di agama Buddha. Acara yang berlangsung selama tiga hari 04 s.d 06 Maret 2019 diikuti 70 Orang siswa – siswi tingkat SMA dan SMK se Provinsi Riau diawali dengan Pembacaan Dhammapada yang dipimpin Oleh dua orang siswa dharmaloka (belen/afn)