0 menit baca 0 %

Plt. Kakanwil Kemenag Riau Buka dan Beri Materi pada Pembinaan Aktor- Aktor Kerukunan

Ringkasan: Riau (Inmas)- Dalam rangka memperkokoh silaturahim dan kerukunan umat beragama di provinsi Riau Subbag Hukum dan KUB Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Aktor Aktor Kerukunan Umat Beragama, Senin (29/10/2018) di Hotel Cititel Pekanbaru. Kegiatan mengangkat tem...

Riau (Inmas)- Dalam rangka memperkokoh silaturahim dan kerukunan umat beragama di provinsi Riau Subbag Hukum dan KUB Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Aktor Aktor Kerukunan Umat Beragama, Senin (29/10/2018) di Hotel Cititel Pekanbaru. Kegiatan mengangkat tema  Perkuat Sendi- Sendi Kerukunan  dengan Memperkuat  Peran Aktor Kerukunan di tengah  masyarakat.

Dalam laporan yang disampaikan Drs. H. Saharuddin, M.Ag menyampaikan, hal utama dalam kegiatan aktor aktor kerukunan adalah menjalin tali silaturahim dalam menjaga kerukunan di provinsi riau bisa terawat dan bahkan ditingkatkan, secara kasat mata memang kerukunan di Provinsi Riau aman akan tetapi sebenarnya ada riak- riak kecil yang harus menjadi perhatian semua pihak.

Dan tentunya dalam kegiatan ini juga sebagai ajang diskusi dalam memetakan kerukunan di riau dan mencari solusi dalam memelihara kerukunan. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel City tel, Pekanbaru  dari tanggal 29 s.d 31 Oktober 2018,” ungakapnya.

Sementara itu Plt Kakanwil Kemenag Riau DR H Mahyudin, MA dalam arahan sekaligus membuka acara menyampaikan bahwa komunikasi secara terus menerus harus dijaga sebagai upaya merawat kerukunan.

“Akhir- akhir ini kita rasakan adanya kesenjangan komunikasi dalam hubungan masyarakat dan tentu ini tidak lepas dari kegiatan pilkada yang sudah lalu, dan saat ini tengah dalam proses penyusunan caleg dan tahun depan akan masuk ke Pilpres,”  jelas Kakanwil.

Lebih lanjut Mahyudin menyampaikan kebijakan besar untuk menjaga moderisasi dan kerukunan umat beragama  yaitu aktor- aktor kerukunan hendaknya mampu memberbedayakan masyarakat, kelompok-kelompok agama, serta pemuka agama untuk menyelesaikan sendiri masalah kerukunan umat beragama.

“Bapak ibu sebagai tokoh agama, tokoh masyarakat yang memang sebagai public figur hendaklah sering berkomunikasi dengan masyarakat, membantu masyarakat dan menjadi teladan oleh masyarakat dalam menjaga kerukunan umat beragama. Aktor-aktor kerukunan  juga harus menguasi dan memberikan rambu-rambu (melalui regulasi dan program relevan) dalam pengelolaan kerukunan kemajuan tehnologi juga menjadi perhatian kita bersama bukan hanya mempermudah dalam berkomunikasi dan dalam kehidupan akan tetapi juga harus kita antisipasi efek negatifnya,” paparnya.

Menurutnya, Kementerian Agama yang mempunyai tugas dibidang pembinaan umat beragama dan dibidang pendidikan keagamaan tentunya sangat berharap bantuan dari semua pihak ditengah perubahan kondisi masyarakat yang dinamis.

Dengan silaturahim ini tentunya lebih menguatkan lagi kerukunan umat beragama di provinsi riau, dan tentunya kita berharap ada masukan dan peran tokoh agama dalam memberikan masukan dan solusi dalam merawat kerukunan,” tambahnya.

Pada kesempatan selanjutnya, Kasubbag Hukum dan KUB DR. H. Anasri Nurdin, M.Pd menambahkan bahwa kegiatan pembinaan ini menghadirkan narasumber berbagai kalangan dan disiplin ilmu dari Majelis Ulama Indonesia, Akademisi, Tokoh Wanita dan Tokoh Birokrat yaitu Prof. DR. H. Ilyas Husti, MA, Prof. DR. H. M. Nazir Karim, MA, K.H. Misran Agusmar, Lc, MA, DR. Sri Murhayati, MA, DR. H. Mahyudin, MA, DR. H. Anasri Nurdin, M.Pd, DR. H. Agus Saputera, M. LIS, MH. (mus/ana/ansr/rls)