Riau (Inmas)- Proses seleksi CPNS untuk Kemenag hari ini memasuki tahapan Seleksi Kompetensi Bidang atau SKB CPNS 2018. Sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan test SKB ini akan berlangsung selama tiga hari Kedepan. Test SKB dilaksanakan secara serentak hari ini Senin (17/12), mulai pukul 08.00 waktu setempat. Untuk itu, PLT Kakanwil Kemenag Riau Drs H Mahyudin MA meninjau langsung proses pelaksanaan psikotest test yang dipusatkan di MAN 2 Model Pekanbaru.
Padakesempatan itu Mahyudin menjelaskan tiga komponen yang akan di uji pada test SKB ini, setelah psiko test akan dilanjutkan dengan wawancara dan praktek kerja, sebutnya. Wawancara test SKB ini menggunakan satu aplikasi online yang dirilis oleh Kemenag. Aplikasi ini dibuat tak lain untuk menutup kemungkinan sejumlah kecurangan yang akan terjadi.
“Tidak akan ada celah sedikitpun melakukan hal hal yang tidak diinginkan,lanjut Mahyudin. Sejumlah persiapan pun dikebut untuk menyukseskan test wawancara ini, termasuk menghadirkan penguji dari eksternal kantor. Dimana untuk sesi wawancara kita mengambil dari Fakultas Psikologi UIN Suska Riau, dan untuk praktek kerja diambil dari Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan UIN Suska Riau. “Ini penting untuk netralitas penilaian test CPNS Kemenag Riau”, sebutnya.
Ia berharap dengan melibatkan pihak eksternal dari kampus pada masing masing bidangnya, para penguji bisa menilai secara maksimal dan sebaik mungkin. Ditambahkannya bahwa untuk tim penguji lebih banyak dari fakultas tarbiyah, karena dalam test SKB tahun ini yang mendominasi adalah formasi guru. PLT kakanwil tak lupa membagikan tips kepada seluruh peserta agar bisa sukses dalam proses test SKB.
"Persiapkan diri untuk psiko test, wawancara dan praktek kerja ini, pesannya. Persiapkan sematang mungkin, karena satu yang akan dicari sebelum dilanjutkan psikotest berikutnya adalah bagaimana calon peserta CPNS tidak terindikasi anti NKRI, tidak terindikasi radikal", ujarnya membagi tips kepada peserta. “Intinya peserta harus mempersiapkan diri dalam Seleksi Kompetensi Bidang ini, untuk guru perlu mempersiapkan yang terkait dengan mikroteaching, presentasi dan penguasaan penggunaan alat misalnya, atau kompentensi lainnya seperti analis kepegawaian, keuangan, penyuluh maupun penghulu tentu perlu mempersiapkan hal terkait bidang formasi yang telah dipilihnya.
Mengingat penilaian test SKB tahun ini tidak menggunakan fortopolio lagi, maka peserta harus mampu menguasai bidang formasinya masing masing. “Karena yang menjadi poin utama dalam test ini adalah sampai sejauh mana kemampuan peserta dalam menyelesaikan soal soal di LJK (Lembar Jawaban Kerja). Selain itu juga,wawancara juga sudah dipandu dalam sebuah aplikasi dari pusat. Dengan hal ini, memudahkan pewawancara dalam bertanya, lanjut Mahyudin memaparkan.
“Pewawancara hanya bertanya, langsung dinilai dan nilai itu langsung online ke Kemenag Pusat. Tidak ada celah untuk membantu, jelasnya. “Fortopolio memang tidak diminta kali ini, karena penilaian dalam wawancara ini peserta dituntut mampu mendalami bidangnya masing-masing”, tutup Mahyudin mengakhiri bincang.
Sampai berita ini diterbitkan, masih berlangsung psikotest terhadap 565 peserta dilingkungan Kanwil Kemenag Riau dan 77 peserta dari UIN hingga pukul 11.00 WIB Siang ini. .(Vera/Adi)