0 menit baca 0 %

Plh Kemenag Kampar, Hadiri Kunker FKUB di NTT

Ringkasan: Kampar (Inmas) – Plh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Mahyudin MA, didampingi Kepala Subbag Tata Usaha H Muhammad Hakam MAg, dan Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah H Dirhamsyah MSy, menghadiri Kunjungan Kerja (Kunker) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), di Nusa Tenggara Timur...

Kampar (Inmas) – Plh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Mahyudin MA, didampingi Kepala Subbag Tata Usaha H Muhammad Hakam MAg, dan Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah H Dirhamsyah MSy, menghadiri Kunjungan Kerja (Kunker) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), di Nusa Tenggara Timur (NTT), beberapa hari yang lalu. Hadir dalam rombongan tersebut  Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Drs H Ahmad Supadi MA, Para Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/ Kota se-Provinsi Riau, dan rombongan lainnya.

Dalam Kunker tersebut Mahyudin mengatakan, bahwasanya Kunker ini dilaksanakan dalam rangka Koordinasi Peningkatan Pemeliharaan dan Pengelolaan Kerukunan Umat Beragama tahun 2017 sekaligus juga untuk bersilaturahmi. Yang mana Provinsi NTT ini pernah menjadi Provinsi dalam mengelola kerukunan umat beragama pada tahun 2015.

Untuk itu, kita sengaja ke NTT ini dalam menambah wawasan serta mengambil pelajaran yang telah sukses diukir. Selain itu, kita di Riau mayoritas muslim, ingin pula melihat bagaimana NTT yang mayoritas beragama Kristiani dalam mengelola kerukunan umat beragama.

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Drs H Ahmad Supadi MA dalam acara tersebut menyampikan bahwasanya Provinsi Riau merupakan negeri Melayu, juga disebut orang sebagai negeri sohibul kitab atau juga negerinya para pujangga. Tanpa membusungkan dada bagai itik di lautan, atau menggembung-gembung badan umpama ikan buntal di air, perlu juga kami kabarkan bahwa negeri kami ini memiliki sejarah panjang dalam peradaban nusantara. Kebesaran itu, paling tidak masih punya jejak hingga kini adalah bahasa Melayu Riau yang diabadikan dan disumbangkan menjadi Bahasa Indonesia, bahasa pemersatu dan perekat nusantara.

Walaupun begitu, menurut Kakanwil Kemenag Riau, dalam mengelola kerukunan umat, Provinsi Riau perlu belajar banyak pada NTT karena Provinsi ini pernah menjadi Provinsi dalam mengelola kerukunan umat beragama pada tahun 2015. Selain itu, Riau mayoritas muslim, ingin pula melihat bagaimana NTT yang mayoritas beragama Kristiani dalam mengelola kerukunan. (Ags/Usm)