0 menit baca 0 %

Plh Kabid PHU: Petugas Kloter Harus Rutin Laporkan Kondisi Jamaah

Ringkasan: Riau (Inmas)- Plh Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) yang juga merupakan Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Riau, Drs H Mahyudin MA, meminta, agar seluruh petugas Kloter Provinsi Riau yang saat ini berada di Arab Saudi rutin melaporakan kondisi jamaahnya ke tanah air.Menurut Mahyudin, u...

Riau (Inmas)- Plh Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) yang juga merupakan Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Riau, Drs H Mahyudin MA, meminta, agar seluruh petugas Kloter Provinsi Riau yang saat ini berada di Arab Saudi rutin melaporakan kondisi jamaahnya ke tanah air.

Menurut Mahyudin, usai rapat Evaluasi Pemberangkatan JCH Provinsi Riau Tahun 1438 H/ 2017 M, Selasa (22/8/2017) di Aula Kabat TU, hal tersebut sangat penting karena selain informasi sangat dibutuhkan oleh keluarga jamaah, juga untuk melengkapi laporan dan data- data yang dibutuhkan oleh panitia dan media yang ada.

“Tidak semua jamaah, khususnya jamaah yang sudah tua- tua dan resti dapat selalu menghubungi keluarganya. Untuk itu, melalui fasilitas teknologi yang ada yaitu HP, hendaknya petugas kloter dapat menyampaikan laporannya via telpon atau via Whatsapp (WA), sehingga informasi yang kami dapatkan bisa kami teruskan ke keluarga dan masyarakat,” ungkap Mahyudin.

Saat ini, kata Mahyudin, telah ada grup WA yang khusus untuk petugas- petugas haji Provinsi Riau, sehingga segala informasi teraktual dapat disampaikan dengan mudah. Sarana IT tersebut, juga bisa menjadi bahan sharing bagi petugas haji untuk mendapatkan informasi- informasi dengan mudah yang terkait dengan jadwal haji, jamaah sakit, dan lainnya.

Sampai saat ini, tambahnya, ada beberapa petugas haji yang cukup aktif memberikan laporan tentang kondisi jamaahnya, namun ada juga beberapa petuga haji yang tidak memberikan laporan ke grup WA yang sudah ada.

“Manfaatkan sarana yang ada, karena 98 % jamaah kita yang sudah di Makkah sangat ditunggu kabarnya oleh sanak keluarga. Jangan sampai ada jamaah yang sakit, tersesat, kehilangan dan sebagianya, tanpa sepengetahuan petugas. Pantau terus kondisi jamaah haji kita,” tegasnya. (mus/nik)