Riau (Inmas) - Senin, (22/01) bertempat dihalaman Madrasah Aliyah Negeri I Pekanbaru, Kakanwil Kemenag Riau memimpin apel pagi. Apel dimulai pukul 07.00 WIB, terlihat para siswa MAN I sudah terlihat siap bernaris rapi mengikuti apel. Apel ini juga diikuti oleh siswa siswi dari Attarkiah Thailand yang sedang menimba ilmu selama 10 hari di MAN I, dalam rangka pertukaran pelajar.
Dalam amanat Kakanwil mengupas nilai yang terkandung dalam pancasila. Menurutnya butir butir yang terkandung dalam Pancasila mengandung substansi nilai nilai keislaman. Ia menilai catatan sejarah mengungkap pancasila dirumuskan oleh tokoh tokoh yang beragama Islam. Bahkan ketika momen puncak perumusan pancasila, delapan orang dari sembilan yang ditunjuk hanya satu orang yang beragama Kristen, terangnya.
Oleh karenanya bisa dikatakan nilai pancasila memuat nilai nilai ajaran Islam. Sila pertama, Ketuhanan yang maha esa, asal kata tauhid. Aslinya ada ketuhanan yang menjalankan kewajiban sesuai dengan pemeluknya , hanya bertahan sampai Tanggal 18 Agustus 1945, 1 hari setelah Indonesia diproklamirkan. Sila kedua, Kemanusiaan yang adil dan beradab, pengambilan kata kemanusiaan lagi lagi masih hasil adopsi dari bahasa arab yaitu kata "Insan dan 'adil", sebutnya. Persatuan Indonesia, juga merupakan adopsi dari nilai kesatuan dari ajaran Islam, ucapnya menjelaskan butir ke tiga dari pancasila.
Keempat, kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan, artinya kata rakyat dan hikmat, musyawarah, diambil dari bahasa arab. Kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, kembali masih ada makna adil dalam Islam termuat dalam sila terakhir pancasila tersebut.
Pada kesempatan itu Ahmad juga menyinggung pentingnya kegiatan pertukaran pelajaran antara siswa dari Attarkiah Thailand dengan siswa MAN I, minimal untuk menambah ilmu pengetahuan bagi siswa dan siswi kedua negara.
"Jika saat ini 18 siswa Thailand yang datang ke MAN I menimba ilmu, dalam waktu dekat siswa MAN I yang akan melakukan kunjungan balasan ke Thailand dengan 18 orang siswa. "Ilmu pengetahuan dan pergaulan lintas negara ini penting, karena generasi kita sekarang merupakan calon calon pemimpin umat, dimasa mendatang, maka mereka perlu berbagai pembekalan", katanya.
Menurutnya pertukaran pelajar mengandung nilai edukasi sosial budaya dan pengembangan ilmu pengetahuan, yang sangat baik dan sangat kita butuhkan untuk kepentingan dan kemajuan bangsa ini. Semoga apa yang dilakukan oleh MAN I bisa ditingkatkan, sebagai rule model dan ditularkan ke madrasah lainnya di Riau. "Saya berharap semua madrasah aliyah yang ada di Riau bisa menjalin kerjasama dengan sekolah tidak hanya berskala nasional namun juga internasional", tegasnya,
Kepala Sekolah MAN IÂ H Marzuki MPd mengatakan dampak dan manfaat dari pertukaran pelajar, siswa dapat saling barter ilmu dan pengetahuan, serta kebiasaa. Ia menilai, mengingat Thailand juga termasuk rumpun melayu, siswa Attarkiah Islamiah Naratiwat Thailand begitu mudah dalam beradaptasi selama disini,mengemas program ini kedepan agar betul betul menarik minat dan bermanfaat bagi siswa. Pihaknya mengaku, kedepan tinggal lagi bagaimana memperbaiki dan mengembangkan kerjasama dengan negara lain seperti Malaysia, bahkan ke Timur Tengah.(vera/adi)