Pekanbaru (Inmas) – Pgs Kanwil Kemenag Riau melakukan pembinaan managerial pegawai kepada majelis guru dan Kepsek se-Kota Dumai. Pembinaan ini dilaksanakan di Aula kampus MAN Dumai pada Jumat pagi (20/05). Acara yang diikuti oleh puluhan peserta ini berlangsung lancar hingga akhir acara.
H Darawi Kepala Kemenag Dumai menyampaikan apresiasi tinggi terlaksananya kegiatan pembinaan tersebut. Berkenaan dengan itu pihaknya mengatakan beberapa hal pokok yang dibutuhkan kota Dumai. Mengingat di Kota Dumai sendiri masih memiliki beberapa kekurangan dan kelemahan SDM untuk mewujudkan program Kemenag. Untuk penghulu secara kwantitas maupun kwalitas masih minim. Untuk seluruh kecamatan Dumai hanya memiliki dua orang penghulu, dan satu orang penyuluh PNS.
Selain itu H Darawi menyinggung hal yang berkenaan dengan kondisi madrasah. Dijelaskannya bahwa Kemenag sendiri melalui pengawasan pendidikan agama Islam secara terus menerus memonitor perkembangan madrasah di Kota Dumai. Baik itu dengan cara rutin melaksanakan koordinasi intens dengan pihak terkait termasuk dengan dinas pendidikan Kota Dumai ungkapnya. Dikatakannya pihak Kemenag kota Dumai telah melaksanakan sharing program dengan sekolah umum lainnya. Artinya bahwa sekolah umum dapat menjalankan program madrasah disekolah mereka. Disamping itu juga madrasah juga mengadopsi program yang ada dan menunjang di sekolah umum, seperti kegiatan seni, budaya dan olahraga, jelasnya.
Pada kesempatan yang sama H Mahyudin selaku Pgs Kanwil Kemenag Riau membahas beberapa hal pokok terkait dengan tugas dan kewajiban pegawai sebagai ASN. Sejalan dengan program yang dicanangkan oleh presiden Jokowi pada Desember 2014 tentang program pembinaan terhadap ASN agar dapat melakukan revolusi mental secara total. Artinya program presiden tersebut tidak bisa lepas dari Kemenag. H mahyudin sepakat agar Kemenag bersama- sama dalam menjalankan program pemerintah tersebut dalam bentuk pelayanan kepada masyarakat.
“Bagaimana Kemenag bisa memberikan pelayanan secara cepat, tepat dan mudah kepada masyarakat, yang butuh bimbingan dalam semua agama tanpa tebang pilih”, ucapnya. “Ini salah satu revolusi mental yang harus ditanamkan di seluruh satker yang ada di Kemenag”, lanjut Mahyudin.
Menurut Mahyudin Kemenag sudah menjalankan Program yang ada secara komprehensif. Hal ini perlu terus ditingkatkan dalam setiap satker. “ASN Kemenag harus selalu, selalu dan selalu membaca aturan yang ada”, pintanya. Terutama yang berkaitan dengan laporan keuangan.
Baru -baru ini Aturan baru yang sudah keluar berkaitan dengan keuangan lanjutnya, bagi ASN yang bekerja di luar pemerintahan, tidak boleh dibayarkan uang makan nya, sebutnya.
Selain itu beliau menghimbau kepada seluruh stakeholder agar menjalankan tugas dan fungsi secara optimal baik dan benar. Begitu juga dalam hal memanage dan membangun teamwork yang baik. Menurutnya seorang stake holder hingga pegawai secara keseluruhan harus mampu menerapkan sistem POAC (planing, organizing, actuating dan controlling) dalam tugasnya.
Dikatakannya Poac merupakan salah satu pendekatan manajemen yang dapat meningkatkan kinerja dan profesionalisme pegawai dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. “Perencanaan yang matang sangat di perlukan, sebab ketika salah dalam merencanakan dan perhitungan data akan mengakibatkan kesalahan fatal dalam menentukan anggaran yang berbasis kinerja seperti sekarang ini”, jelasnya.
“Perubahan regulasi terhadap anggaran akan senantiasa terjadi baik itu dalam bentuk saving ataupun pemotongan”, tekannya. Oleh sebab itu dibutuhkan ketanggapan bagi setiap ASN dalam menghadapi hal tersebut.(vera)