Kampar (Humas) - Petugas Pembinaan Pengamalan Syari’ah dan Keluarga Sakinah harus mampu menjadi contoh dalam mewujudkan keluarga sakinah mawaddah wa rahmah di tengah-tengah Masyarakat. Demikian salah satu poin yang disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar H Fairus MA didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kampar yang diwakili oleh Ahmad Suhaili dalam arahannya pada acara Pembinaan Petugas Pengamalan Syari’ah dan Keluarga Sakinah hari selasa (17/12) di Aula Lantai II Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar.
Hadir dalam acara tersebut, Kasi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar H Syafrizal Aziz , Humas Kemenag Kampar Gustika Rahman SPdI, Kepala KUA Se Kabupaten Kampar dan ratusan undangan yang hadir.
Fairus mengatakan, jika Petugas Pembinaan Pengamalan Syari’ah dan Keluarga sakinah kita ini berantakan, bagaimana bisa menjadi contoh keluarga sakinah di tempat tinggalnya. Oleh karena itu, Untuk mewujudkan keluarga sakinah mawaddah wa rahmah perlu melalui proses yang panjang dan pengorbanan yang besar, di antaranya: tentu seorang Suami harus berusaha dalam menjalankan kewajibannya dengan dorongan iman, cinta, dan ibadah,’’terangnya.
‘’ Seperti memberi nafkah, memberi keamanan, memberikan didikan islami pada anak istrinya, memberikan sandang pangan, papan yang halal, menjadi pemimpin keluarga yang mampu mengajak anggota keluaganya menuju ridha Allah dan surga -Nya serta dapat menyelamatkan anggota keluarganya dari siksa api neraka,’’sambungnya.
Lebih lanjut Fairus Mengatakan, seorang Istri juga harus berusaha dalam menjalankan kewajibannya sebagai istri dengan dorongan ibadah dan berharap ridha Allah semata. Seperti melayani suami, mendidik putra-putrinya tentan agama islam dan ilmu pengetahuan, mendidik mereka dengan akhlak yang mulia, menjaga kehormatan keluarga, memelihara harta suaminya, dan membahagiakan suaminya.
Kemudian para suami istri hendaknya saling mengenali kekurangan dan kelebihan pasangannya, saling menghargai, merasa saling membutuhkan dan melengkapi, menghormati, mencintai, saling mempercai kesetiaan masing-masing, saling keterbukaan dengan merajut komunikasi yang intens serta Berkomitmen dalam menempuh perjalanan rumah tangga untuk selalu bersama dalam mengarungi badai dan gelombang kehidupan. Jika semua ini dilakukan, Insya Allah Keluarga Sakinah yang kita idam-idamkan selama ini bisa kita raih dan kita kembangkan dalam kehidupan bermasyarakat. Tutupnya. (Ags)