Riau (Inmas) – Persiapan menyambut wukuf dan puncak haji terus dimantapkan oleh panitia penyelenggara haji Indonesia. Pada Senin (5/8) sore, Kloter BTH 20 beserta delegasi meninjau beberapa fasilitas untuk Jemaah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Kelengkapan fasilitas untuk jemaah jadi fokus peninjauan petugas kloter haji gabungan 11 Kabupaten/kota tersebut.
Untuk kelancaran dan kesiapan fasilitas tersebut, Ketua Kloter TPHI Anasri Nurdin, TPIHI Muharom bersama petugas perangkat kloter dan seluruh Karom telah memetakan tempat berkemahnya seluruh jamaah baik di Arofah maupun di Mina.
“Alhamdulillah seluruh petugas dan karom telah sepakat dengan pembagian area jemaah di setiap tenda. Tenda laki2 khusus laki2. Begitu juga perempuan khusus perempuan”, sebutnya kepada humas (06/08) sekitar pukul 16.20 WIB.
Berbagai peralatan pendukung seperti tenda, pendingin ruangan, hingga ketersediaan listrik dan kamar mandi dipastikan kondisi sebelum digunakan saat wukuf nanti.
Anasri menyatakan kondisi tenda terlihat masih baru dan sudah tersedia mesin pendingin 1 mesin untuk masing2 tenda.
“Semoga pada waktu wukuf bisa beroperasi memberikan suasana udara yang nyaman bagi tamu Allah yang sedang wukuf”, katanya.
Disamping itu Ia mengaku untuk posisi tenda di Mina cukup strategis bagi jemaah BTH 20.
“Ahamdulillah tenda JCH sangat dekat dengan jalan menuju jamarat, 2 tenda besar satu hamparan”,ujarnya.
Begitu pula untuk fasilitas dapur dan toilet sudah disiapkan para panitia penyelenggara, sebutnya. Hanya saja khusus untuk toilet sekaligus kamar mandi masih seperti 1 tahun sebelumnya. Sepertinya bila dibandingkan dengan jumlah jemaah akan terjadi antrian juga, terang Anasri.
Sementara itu, untuk pembagian area JCH lancar dan untuk pelayanan kesehatan bisa digunakan area khusus. Mudah2an pada hari berlangsungnya mabit bisa berjalan dengan lancar tanpa kendala.
Untuk jarak melontar jamarat dari Mina jadid ke Jamarat pergi 4 km dan pulang 4.5 km. Kepada jch lansia Ia berpesan untuk jamarat cukup di wakilkan kepada anggota masing2 regu yang bisa melontar.
Kepada jemaah Anasri menyarankan untuk memanfaatkan plastik khusus buang air seni yang diberikan ketika di embarkasi. “Kami ingatkan betul untuk memanfaatkan itu nanti, apalagi cara menggunakannya sudah diedukasi oleh TKHI”, sebutnya.(vera)