Kampar (Inmas)- Direktur Zakat Kemenag RI Drs H Tamizi Tohor MA, Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, Kabag TU Drs H Mahyudin MA, Kakankemenag Kampar Drs H Alfian M Ag, menghadiri Perayaan dan Peresmian Pemberaian Ijazah Pondok Pesantren (Ponpes) Daarun Nahdhah Thawalib Bangkinang Angkatan ke- 64 tahun 1438 H/ 2017 M, Sabtu (20/5/2017) di Ponpes Daarun Nahdhah Bangkinang.
Hadir juga dalam kegiatan tersebut Gubernur Riau yang diwakili Kadis Sosial Riau Drs H Syafruddin M SI, Bupati Pelalawan H M Harris, Kabid Pakis Kemenag Riau H Fairus MA, Kasubbag Inmas Kemenag Riau H Darwison MA, DPRD Kampar, Kapolres, Kapolsek, Dandim Kampar, tokoh ulama, abituren/ abiturenten, orang tua siswa, dan undangan.
Dalam laporan Panitia Ahmad Zikir, santri yang diberikan ijazah sebanyak 270 orang. Acara yang rencananya akan dihadiri oleh Menteri Agama, karena ada kinerja yang mendesak di pusat yang tidak dapat ditinggalkan, kedatangan menteri ke Riau pun di tunda. "Kami minta maaf, kami sudah mengupayakan kehadiran Menag. Namun demikian, jangan sampai kekhidmatan acara berkurang, dan inti kegiatan tetap harus berjalan, yaitu sjang silaturrahim abituren dan abituren serta keluarga besar pondok pesantren," ungkapnya seraya mengucapkan terimaksih kepada Direktur Zakat Kemenag RI dan Kanwil Kemenag Riau yang telah hadir.
Pimpinan pondok Abuya Drs H Rusydi Nur dalam sekapur sirihnya menyebutkan, bahwa pondok pesantren Daarun Nahdhah Bangkinang bukan warisan orang tua kepada anaknya, tetapi merdupakan warisan masyarakat kepada abituren dan abiturenten sehingga tumbuh kembangnya sangat bergantung dari peran abituren/ abiturenten dan orang tua wali.
Rusydi Nur menyebutkan, Perayaan dan Peresmian Pemberaian Ijazah Ponpes Daarun Nahdhah Thawalib merupakan tradisi yang telah lama dilakukan dengan beberapa tujuan. Pertama, sebagai ajang silaturrahim dengan pemerintah daerah, provinsi, pusat, negeri maupun swasta. Kedua, silaturrahim dengan kepala sekolah, madrasah negeri dan swasta, maupun pondok pesantren agar selalu bersinergi dalam membangun pendidikan.
Ketiga, untuk menginformasikan kepada masyarakat tentang perkembangan dan kekurangan pondok. Untuk tahun 2017 sudah 5 orang akan kuliah di Sudan, dan ada yang tes di universitas luar negeri, seperti Kairo, Maroko dan beberapa negara lainnya. Untuk tahun 2016 lalu 4 orang kuliah ke mesir, 1 orang di Maroko dan 1 orang di Tunisia.
"Pondok yang didirikan oleh KH Nurmahyudin pada 18 Agustus 1948 telah banyak melahirkan abituren dan abiturenten yang tersebar di seluruh Indonesia, 6 sudah jadi profesor, dan lebih dari 10 orang jadi dokter," ujarnya bangga.
Sampai saat ini, kata Rusydi, keinginan pondok untuk menampung keinginan masyarakat yang terus meningkat untuk memasukkan anaknya belajar ke pondok. Namun karena keterbatasan sarana dan prasarana maka pada tahun 2017 hanya bisa menerima santri sebanyak 10 lokal.
"Untuk itu kepada memerintah, abituren dan abiturenten serta orang tua wali untuk dapat memberikan dukungan untuk penambahan lokal belajar bagi santri, tahun depan kita wacanakan 6 lokal untuk MTs dan MA, sengan full mondok di pondok. Dan kepada abituren abiturentan untuk dapat terus menberikan dukungan dan masukan agar pondok tetap dicintai di masyarakat," ungkapnya dan mengucapkan terimakasih kepada Kemenag Riau yang telah banyak memberikan dukungan dan masukan dalam pengembangan pondok. (mus/anto)
Petinggi Kemenag Hadiri Perayaan dan Peresmian Pemberian Ijazah Ponpes Daarun Nahdhah Thawalib
Ringkasan:
Kampar (Inmas)- Direktur Zakat Kemenag RI Drs H Tamizi Tohor MA, Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, Kabag TU Drs H Mahyudin MA, Kakankemenag Kampar Drs H Alfian M Ag, menghadiri Perayaan dan Peresmian Pemberaian Ijazah Pondok Pesantren (Ponpes) Daarun Nahdhah Thawalib Bangkinang Angkatan...