0 menit baca 0 %

Peserta Diklat Pelayanan Publik Angkatan II Bermain Peran

Ringkasan: Padang (Inmas), Untuk mentransfer ilmu itu tidak mudah, perlu usaha yang maksimal, apalagi kalau pesertanya sudah dewasa (berkeluarga), oleh sebab itu perlu  ada metode  mengajar yang jitu. Salah satunya adalah metode Role Play (Bermain Peran) sebagaimana yang diterapkan oleh Dessi Akhriani, SE pa...


Padang (Inmas), Untuk mentransfer ilmu itu tidak mudah, perlu usaha yang maksimal, apalagi kalau pesertanya sudah dewasa (berkeluarga), oleh sebab itu perlu  ada metode  mengajar yang jitu. Salah satunya adalah metode Role Play (Bermain Peran) sebagaimana yang diterapkan oleh Dessi Akhriani, SE pada peserta Diklat Pelayanan Publik Angkatan II tahun 2019 kemarin. Jum’at (26/04)

Pantauan tim inmas Kemenag Kota Pekanbaru yang juga menjadi salah satu peserta pada Dilkat Palayanan Publik Angkatan II yang dilaksanakan di BDK Padang menginformasikan bahwa metode Role Play (bermain peran) sangat baik, karena peserta dapat mempraktekkan ilmu yang didapatnya dari narasember (Widyaiswara, red). Dengan metode ini dimana masing-masing peserta memerankan apa saja yang ada dalam kehidupan nyata. Termasuk mengambarkan bagaimana Pelayanan Publik yang terjadi di negara  Indonesia.

Dengan metode Role Play  tersebut kesannya luar biasa, apalagi kalau peserta dapat memberikan acting kocak (lucu, red) yang membuat peserta lainnya tertawa terbahak-bahak. Praktek bermain peran ini juga membuat widyaiswara turut tertawa  bersama peserta diklat. Kesannya luar biasa bagi peserta dan dapat menjadi kenangan indah.  (Idris).