Padang (Inmas), Untuk
mentransfer ilmu itu tidak mudah, perlu usaha yang maksimal, apalagi kalau
pesertanya sudah dewasa (berkeluarga), oleh sebab itu perlu ada metode mengajar yang jitu. Salah satunya adalah
metode Role Play (Bermain Peran) sebagaimana yang diterapkan oleh
Dessi Akhriani, SE pada peserta Diklat Pelayanan Publik Angkatan II tahun 2019
kemarin. Jum’at (26/04)
Pantauan tim inmas Kemenag
Kota Pekanbaru yang juga menjadi salah satu peserta pada Dilkat Palayanan
Publik Angkatan II yang dilaksanakan di BDK Padang menginformasikan bahwa
metode Role Play (bermain peran)
sangat baik, karena peserta dapat mempraktekkan ilmu yang didapatnya dari
narasember (Widyaiswara, red). Dengan
metode ini dimana masing-masing peserta memerankan apa saja yang ada dalam
kehidupan nyata. Termasuk mengambarkan bagaimana Pelayanan Publik yang terjadi
di negara Indonesia.
Dengan metode Role Play tersebut kesannya luar biasa, apalagi kalau
peserta dapat memberikan acting kocak (lucu, red) yang membuat peserta lainnya tertawa terbahak-bahak. Praktek
bermain peran ini juga membuat widyaiswara turut tertawa bersama peserta diklat. Kesannya luar biasa
bagi peserta dan dapat menjadi kenangan indah.
(Idris).