Pekanbaru (Inmas) – Pendidikan Islam Indonesia merupakan warisan peradaban Islam sekaligus aset bagi pembangunan pendidikan nasional. Sebagai warisan, ia merupakan amanat sejarah untuk dipelihara dan dikembangkan oleh umat Islam dari masa ke masa. Pertumbuhan dan perkembangan Pondok Pesantren yang sangat pesat membuat pesantren mengalami kenaikan jumlah yang signifikan dari masa ke masa dengan kapasitasnya yang menyuguhkan spesialisasi kajian, baik tradisional maupun modern. Maka Pondok Pesantren membawa dampak positif bagi ilmu pengetahuan di negara ini. Jadi, pesantren secara jelas dan nyata telah membantu pemerintah dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Hal itu disampaikan Plt Gubernur Riau melalui Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Eddhi Yusti saat membuka helat Pospeda VII Tingkat Provinsi Riau tahun 2015 di gedung Hall Takraw Purna MTQ, Senin (26/10).
“Saya atas nama Pemerintah Provinsi Riau menyambut baik dilaksanakannya POSPEDA VII. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan, silaturrahmi di antara santriwan dan santriwati Provinsi Riau,” kata Plt Gubri.
“Pada kesempatan ini, saya mengucapkan Hari Santri Nasional yang telah ditetapkan pemrintah melalui Kepres Nomor 22 tahun 2015. Penetapan Hari Santri Nasional ini menunjukkan pengakuan pemerintah terhadap eksistensi dan peranan santri di Republik Indonesia tercinta, mulai dari perjuangan kemerdekaan RI hingga sekarang,” lanjutnya.
Menurut Plt Gubri lagi, pondok pesantren menyimpan kekuatan yang sangat luar biasa untuk menciptakan keseluruhan aspek lingkungan hidup dan dapat memberi informasi yang berharga dan urgen dalam mempersiapkan kebutuhan yang inti untuk mencapai masa depan. Kenyataan ini, bahwa Pondok Pesantren hingga kini masih berperan sebagai lembaga pengkaderan ulama dan lembaga pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya agama Islam, yang dalam pendidikan formal sering terabaikan. (ghp)