0 menit baca 0 %

Pesantren Harus Dikembangkan

Ringkasan: Pekanbaru, 1/5/2010 (HUMAS)- Pondok Pesantren adalah merupakan lembaga pendidikan keagamaan yang telah berurat berakar dalam masyarakat dan dunia pendidikan di Indonesia. Pondok Pesantren boleh dikata sebagai pelopor pendidikan utama dan terdepan di awal-awal kemerdekaan bangsa Indonesia.
Pekanbaru, 1/5/2010 (HUMAS)- Pondok Pesantren adalah merupakan lembaga pendidikan keagamaan yang telah berurat berakar dalam masyarakat dan dunia pendidikan di Indonesia. Pondok Pesantren boleh dikata sebagai pelopor pendidikan utama dan terdepan di awal-awal kemerdekaan bangsa Indonesia. Oleh karena itulah, kita tidak perlu heran, manakala banyak tokoh-tokoh pondok pesantren yang menjadi tokoh nasional seperti K. H. Hasyim Asyari, K. H. Ahmad Dahlan dan lain sebagainya. Persoalan yang kita hadapi sekarang adalah banyak pondok pesantren yang tidak diminati masyarakat, sebagai akibat dari kurangnya promosi dan pengetahuan masyarakat tentang pondok pesantren itu. Oleh karena itu, pondok pesantren harus dikembangkan, dipromosikan dan diberdayakan, sehingga masyarakat tertarik untuk menyekolahkan anaknya di pondok pesantren. Demikian disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Riau, Drs. H. Asyari Nur, SH. MM. dalam sambutan pengarahannya pada acara peresmian areal manasik haji di Pondok Pesantren Syahruddiniyah Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, pada hari Sabtu, 1 Mei 2010. Hadir dalam kesempatan tersebut, pimpinan dan majlis guru pondok pesantren Syahruddiniyah, anggota DPRD Kabupaten Kampar, Kasubbag Hukmas dan KUB Kanwil Kementrian Agama Provinsi Riau/Drs. H. Ahmad Supardi Hasibuan, MA, wali murid, para santri dan santriwati pondok pesantren Syahruddiniyah, dan undangan lainnya dari tokoh agama/tokoh masyarakat. Asyari Nur yang juga Ketua Thariqat Naqsabandiyah dan Rois Syuriyah NU Provinsi Riau ini menyatakan, saya termasuk pendiri pondok pesantren Syahruddiniyah ini dan untuk itu saya berharap agar pondok pesantren ini dapat dikelola secara maksimal, sehingga menghasilkan lulusan yang dapat bersaing dengan lulusan pesantren lainnya. Saat ini, Pemerintah Pusat memberikan perhatian serius bagi lulusan pondok pesantren, di mana para lulusan terbaiknya, disekolahkan secara gratis ke MAN Insan Cendikia Serpong Jakarta bagi lulusan Tsanawiyah. Sedangkan bagi lulusan Aliyah, akan disekolahkan dengan mendapat beasiswa ke berbagai Perguruan Tinggi pavorit di Jawa dan Luar Jawa seperti UGM Yogyarakat, ITB Bandung, Unpad Bandung, ITS Surabaya dan lain sebagainya. K. H. Asyari Nur berharap, agar santriwan dan santriwati pondok pesantren Syahruddiniyah, dapat belajar secara aktif, kreatif dan pro aktif, sehingga dapat meluluskan alumni-alumni handal, yang kelak akan menjadi ulama yang pemikir dan pemikir yang ulama. Hal ini sangat penting, sebab ke depan saya berharap, di Riau ini akan lahir madrasah-madrasah andalan, yang mampu meningkatkan dan membangkitkan citra madrasah dan pondok pesantren di Provinsi Riau. (Ash)***