0 menit baca 0 %

Pesan Camat Rimba Melintang saat acara pelepasan siswa/i MA dan santri MDTA Yahusda

Ringkasan: Rokan Hilir (inmas) - Salah satu rutinitas tahunan dunia pendidikan di Indonesia adalah ujian nasional. Sauatu kegiatan untuk mengukur kompetensi kelulusan. Jenjang SLTA telah menyelesaikan itu. Maka tuntas sudah siswa-siswi SLTA baik SMA, MA maupun SMK memenuhi kewajiban belajar dijenjang ini.

Rokan Hilir (inmas) - Salah satu rutinitas tahunan dunia pendidikan di Indonesia adalah ujian nasional. Sauatu kegiatan untuk mengukur kompetensi kelulusan. Jenjang SLTA telah menyelesaikan itu. Maka tuntas sudah siswa-siswi SLTA baik SMA, MA maupun SMK memenuhi kewajiban belajar dijenjang ini. Tinggal menunggu hasilnya.

Selanjutnya, sekolah/ madrasah melepas siswa-siswi kelas XII. Menyerahkan kembali kepada orang tua meraka yang telah menitipkan selama tiga tahun. Dengan penyerahan kembali, maka lepas sudah beban amanat bagi sekolah/ madrasah. Saling maaf memaafkan antara pihak sekolah/madrasah, orang tua dan siswa.

Yayasan Al-Husna Darussalam (Yahusda) Lenggadai Hulu Kecamatan Rimba Melintang berdiri tahun 1994. Diawali dengan segala keprihatinan, para pendiri berjuang mendirikan MA, MDTA dan Pondok Pesantren. Al-Hamdulillah sampai tahun 2017 ini, umurnya yang sudah mencapai 23 tahun, terlihat kemajuan yang cukup berarti. Fasilitas gedung baik yang dibangun dengan swadaya masyarakat, bantuan Pemda Kab. Rokan Hilir atau bantuan Kementerian Agama RI.

Sabtu , 29 April 2017 Yayasan Al-Husna Darussalam melepas/ menyerahkan kembali 22 siwa MA kepada orang tua mereka dan mewisuda 23 santri MDTA. Diawali dengan acara khatam quran oleh 22 santri MDTA dengan mengambil sampel bacaan dari surat Ad-Dluha sampai An-Naas. Dan para santri membacanya dengan hafalan.

Acara dihadiri Camat Rimba Melintang Burhanudin, S.Hut, Sekretaris UPTD BPS Kec. Rimba Melintang Nasir, S.Pd.I, yang mewakili Kepala KUA Rimba Melintang Sururi, SHI, Penjabat Penghulu Lenggadai Hulu Supianto, S.Pd, Kepala MTs Nurul Insan Slamet, S.Pd, para orang tua wali, tokoh masyarakat, tokoh agama dan undangan lainnya.

Tari persembahan sebagai budaya bumi melayu diperagakan dengan lemah gemulai siswi MA, dihadapan para tetamu yang hadir. Dengan menyodorkan tepak yang berisi daun sirih kepada petinggi kecamatan, kepenghuluan, madrasah dan lainnya.

Ketua Yayasan Alkahfi Sutikno dalam sambutannya menjelaskan tentang awal berdirinya Yahusda dari awal sampai akhir dengan singkat. Terlihat para undangan mendengarkan dengan seksama. Dan pada kesempatan itu juga Alkah Sutikno mewakili pengurus yayasan memberikan cenderamata sebagai penghargaan kepada sesepuh yayasan Embah Tasief yang umurnya sudah menjapai 75 tahun. Yang telah mewakafkan sebidang tanahnya sebagai modal awal perjuangan pendirian lembaga pendidikan agama.

Sementara Kepala MA Abdurokhman Tasrief, S.Pd.I , meminta maaf kepada para orang tua wali siswa atas kesalahan dan kehilafan selama 3 tahun mendidik siswa-siswi. Hal ini diutarakan saat penyerahan kembali siswa-siswi secara simbolis kepada orang tua. Isak tangispun tak terlakkan saat suasana haru menyelimuti terlebih saat terdengan iringan puisi perpisahan.

Sedangkan Camat Rimba Melintang dalam sambutannya menyampaikan bahwa, pentingnya kerja sama MA dengan perusahaan-perusahaan yang ada. Tujuannya adalah agar siswa-siswi bisa melaksanakan praktek lapangan, guna menambah skil/ kemampuan mereka, menambah pengetahuan mereka pada dunia kerja dan agar menjadi manusia siap guna.

"Ilmu agama penting untuk bekal akhirat, tapi ilmu kecakapan hiduppun penting untuk bekal kebahagiaan dunia," ujar camat menasiti.

Lanjut Camat Rimba Melintang, “kita harus menjadi manusia siap pakai dalam dunia kerja, bahkan kita harus bisa menciptakkan lapangan kerja,” tegas adik Ketua DPRD Rohil ini. (Nsh)