0 menit baca 0 %

Perumusan Soal USBN PAI

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) - Ujian Nasional sebentar lagi akan dijelang, setiap instansi pemerintah yang bertanggungjawab terhadap pendidikan, memulai persiapan dengan memulai memberikan pemahaman dan pengetahuan mengenai pengembangan soal UN yang akan dihadapi oleh siswa/i.

Pekanbaru (Inmas) - Ujian Nasional sebentar lagi akan dijelang, setiap instansi pemerintah yang bertanggungjawab terhadap pendidikan, memulai persiapan dengan memulai memberikan pemahaman dan pengetahuan mengenai pengembangan soal UN yang akan dihadapi oleh siswa/i. Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kanwil Kemenag Riau memulainya dengan mengadakan kegiatan Sosialisasi Penyelenggaraan Ujian Nasional Berstandar Nasional Pendidikan Agama Islam SD/SMP, dilaksanakan dari tanggal 17 s/d 20 Februari 2017 di Hotel Zaira, Pekanbaru.

"Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada para guru PAI mengenai soal-soal yang akan dirumuskan sebagai soal UN, karena pada tahun ini soal UN PAI merupakan tanggung jawab Kementerian Agama dengan porsi Kementerian Agama Pusat menyediakan soalnya sebanyak 10 soal objektif dan 1 soal essay dan yang dikelola oleh Kanwil Kemenag Riau yaitu 30 soal objektif dan 4 soal essay sedangkan selebihnya itu akan dirumuskan oleh PAI. Maka karena hal inilah kami mengumpukan PAI tersebut untuk merumuskan soal UN yang akan dikerjakan oleh siswa/i," papar Yusri, Kasi Pendidikan Agama Islam pada PAUD dan Pendidikan Dasar.

Pada kesempatan yang sama, kegiatan ini langsung dibuka oleh Ka.Kanwil Kemenag Riau, Drs. H. Ahmad Supardi, MA sekaligus memberikan materi kepada peserta. Pada arahannya Ahmad Supardi menjelaskan bahwa Kementerian Agama merupakan instansi yang bertanggungjawab terhadap pendidikan agama dan keagamaan dan ini sangat luas aplikasinya.

"Kementerian Agama menaungi 3 ciri khas pendidikan agama dan keagamaan yang pertama yaitu pendidikan yang berciri khas agama inilah yang disebut pendidikan madrasah, pendidikan yang kedua yaitu pendidikan keagamaan biasa disebut pondok pesantren, yang ketiga yaitu pendidikan agama di sekolah umum dan inilah yang akan kita bahas pada kegiatan ini," jelas Ahmad Supardi.

Beliau juga menambahkan bahwa anggaran terbesar untuk pendidikan itu bukan ada pada pendidikan madrasah tetapi pada pendidikan agama dan keagamaan Islam karena sekolah umum dan pondok pesantren menjadi tanggung jawabnya.

"Saya harapkan dengan kegiatan ini kita bisa menyambung tali silaturahmi sehingga jalinan komunikasi pun semakin erat sehingga perumusan soal UN dapat terlaksana dengan baik," tutup Ahmad Supardi pada akhir sambutan. (nvm/fadz)