Pekanbaru (Inmas) - Hari ini madrasah telah menjadi preferensi kelas menengah keatas dan salah satu icon idola di tengah masyarakat kita. Lembaga pendidikan yang berada dibawah payung Kemenag ini mengemban peran penting terhadap mutu generasi bangsa. Sayangnya, guru sebagai penentu suksesnya proses pendidikan di madrasah belum memiliki tata kelola yang baik. Misalnya saja seperti pembinaan dan ketersediaan guru madrasah, dan masalah kesejahteraan gaji guru. Demikian salah satu poin yang disampaikan Kakanwil Kemenag Riau pada saat kegiatan pembinaan dan silaturrahmi di MtSN Kampar, Kamis (10 /11).
Dalam pembinaan tersebut Ahmad supardi mengatakan tujuan dari kedatangannya yang dilakukan hari ini adalah selain untuk mempertajam masalah rumusan kebijakan tata kelola guru dan manajemen pendidkan madrasah yang ada di Provinsi Riau, sekaligus ingin bersilaturrahmi dengan madrasah yang sudah menoreh prestasi di kancah nasional. Dikatakannya Mengingat anggaran dana yang ada di Kemenag, 80 persennya dialokasikan untuk pendidikan, maka Kemenag perlu meningkatkan kemampuan manajemen madrasah.
Apalagi hari ini, tuturnya bertepatan dengan Hari Pahlawan, guru-guru dikenal dengan sebutan pahlawan tanpa jasa. Harapannya kedepan segala hal yang terkait dengan masalah gaji guru jangan ditunda-tunda lagi. Begitu pula bagi guru yang telah disertifikasi, jika masih ada yang mengalami kekurangan jam pelajaran, agar bisa mensiasati bagaimana caranya agar jam mengajar terpenuhi sesuai dengan standar syarat dan proseduritas sertifikasi.
"Saya sangat salut dengan guru - guru yang mengemban tugas yang besar sementara gajinya sangat kecil, terutama bagi guru yang non PNS, ujarnya dengan nada miris.
Insyaallah kami akan memperjuangkan nasib guru non PNS yang agar segera bisa diInpasing. "Bersyukurlah jumlah guru yang sudah diinpasing di Kemenag Kampar ini ada sebanyak 318 orang dan itu cukup banyak patut disyukuri, ujarnya memberi motivasi.
Agar hasil mutu madrasah makin berkualitas, tidak hanya persamaan pemikiran melalui manajemen pendidikan dan perencanaan strategis dalam mengembangkan madrasah dimasing masing kab/kota yang ada di Riau yang ditingkatkan, namun lebih dari itu kesejahteraan guru guru kita juga perlu dibidik, katanya menegaskan.
Hal senada disampaikan Kepala Kemenag Kampar H Fairus pada kesempatan yang sama, untuk akreditasi madrasah dari hasil terakhir berada pada nilai B. Hasil dari akreditasi terakhir rata rata madrasah yang dibawah naungan Kemenag berada pada akreditasi B. Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat kelemahan dan kekurangan pada madrasah kita, terutama pada sarana dan pra sarananya, jelasnya. Apalagi pada madrasah swasta dimana anggarannya dari pusat.
Belum lagi ketidaksesuaian kompetensi guru guru yang sudah bersertifikasi. Untuk kami berharap dimasa datang kesejahteraan guru dapat dikelola dengan baik dan ditingkatkan sebaik mungkin, sehingga tata kelola nya bisa teroptimalisasi secara kelembagaan sampai ke satuan terkecil, imbuhnya.
Kepala Mtsn Kampar Muhammad Tibri SAg MSi menyambut baik kedatangan Kakanwil Kemenag Riau beserta rombongan. Terimakasih yang sangat Tinggi kepada bapak beserta rombongan yang telah hadir di MTsn Model kuok Kampar ini, ujarnya. madrasah kami ini telah mendapatkan adiwiyata tingkat Nasional pada Tahun 2015 dengan fasilitas ruangan belajar sebanyak 16 ruangan ujarnya lagi melaporkan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kanwil Kemenag Riau, Kabid Penmad Kanwil Kemenag Riau, Plt Kabid Pakis, Kepala KUA Kecamatan Kampar Timur, Kepala Mtsn Kampar dan Majelis Guru Mtsn Kampar.(vera/izan)