0 menit baca 0 %

Persiapan Matang Pelayanan JCH EHA Riau pada Gelombang Terakhir

Ringkasan: Riau (Inmas) - Jemaah  Calon Haji Embarkasi Antara Riau gelombang ketiga akan masuk asrama tanggal 1 Agustus 2019. Semula Jemaah Calon Haji kloter 29 itu total jumlahnya 20 jemaah berasal dari Kuansing dan Inhil. Berhubung  ada 1 jemaah yang menarik diri maka tinggal 19 orang.

Riau (Inmas) - Jemaah  Calon Haji Embarkasi Antara Riau gelombang ketiga akan masuk asrama tanggal 1 Agustus 2019. Semula Jemaah Calon Haji kloter 29 itu total jumlahnya 20 jemaah berasal dari Kuansing dan Inhil.

Berhubung  ada 1 jemaah yang menarik diri maka tinggal 19 orang. Tercatat yang menarik diri itu atas nama sarah binti Tomaris Bustani. Dengan alasan pengunduran diri yang bersifat pribadi.

Suhardi Hasan selaku Kasi Dokumen dan Pendaftaran Haji menyampaikan Terkait Perlakuan untuk penyambutan Jemaah Calon haji di Embarkasi Antara Riau kloter 29 sebenarnya sama saja  dengan yang sebelumnya, hanya saja bedanya ketika pada acara pemberangkatan tidak ada lagi acara seremonial seperti kloter sebelumnya.

“Kita berangkat pukul 02:00 dini hari.  Menurut pak Kakanwil jemaah masuk bus langsung diterbangkan ke Batam”. Ujarnya.

Selain itu Suhardi juga menyinggung terkait  pelayanan jemaah di asrama. Seperti perihal konsumsi, penempatan kamar jemaah, living cost, pemasangan gelang dan pemberian  passport, ia juga memastikan tidak berbeda dengan jemaah haji kloter sebelumnya.

“Saya sendiri baru saja pulang dari Jakarta terkait dengan dokumen untuk  menjemput 7 passport yg masih tertinggal”, tuturnya.

Ia pun menjelaskan dalam pemeriksaannya sudah diselesaikan. Tidak ada masalah, walaupun Embarkasi haji antara ini   masih perdana.  Padahal pengalaman yang ada biasanya di dokumen itu ada saja masalah kecil seperti pertukaran pass foto di passport  atau di visa.  pertukaran visa masuk ke pasport tertukar, dan sebagainya, sebut Suhardi lagi.

 “Alhamdulillah kita tidak terjadi masalah itu. Hanya saja disaat pembatalan jemaah yg tunda berangkat,  kita telah proses secepat mungkin, karena kita ada grup cepat WA, seperti  kalau sudah ada surat KKP menyatakan jemaah tidak layak terbang, maka kita keluarkan surat secepat mungkin untuk menarik passport jemaah ke imigrasi”, rincinya.

Kemudian selepas itu barulah pihak imigrasi menyerahkan kepada pihak Kemenag. Sehingga Saudi arabia air lines mencabut boarding passnya. Begitu pula Lion air, lanjutnya.

Suhardi mengaku kendala khusus pun tidak ada masalah. Meskipun demikian  Nanti selesai pemberangkatan jemaah kloter 29  jam 02:00 itu, pada tanggal 2 Agustus pagi yakni pukul 08:00  akan ada rapat evaluasi di embarkasi antara.

Agendanya seputar persoalan dokumentasi, sekretariat, asrama, konsumsi, bagian penerimaan dan pemberangkatan yang  akan dipimpin langsung ketua PPIH. Ahmad Hijazi.

“Secara teknis kita yang memberi pelayanan bimbingan dan pembinaan. Kita berikan penyuluhan manasik haji kepada karo dan karom. Itu tidak berbeda dengan jamaah yg akan datang“, terangnya.

Suhardi menambahkan  soal Living cost pun sudah disediakan.  Bahkan Sampai saat ini masih lancar.(vera)