0 menit baca 0 %

Persiapan Calhaj 2019 Sudah Berjalan, Tinggal Menunggu Rincian Anggaran Embarkasi

Ringkasan: Riau (Inmas)- Mulai tahun 2019, Kanwil Kemenag Riau melalui Bidang Penyelnggara haji dan Umrah sudah melakukan pembinaan kepada jamaah haji menjelang keberangkatan. Khususnya di awal Februari 2019  telah berjalan penyelesaian dokumen,  pasport.Erizon Efendi selaku Kabid PHU Kanwil Kemenag Riau  m...

Riau (Inmas)- Mulai tahun 2019, Kanwil Kemenag Riau melalui Bidang Penyelnggara haji dan Umrah sudah melakukan pembinaan kepada jamaah haji menjelang keberangkatan. Khususnya di awal Februari 2019  telah berjalan penyelesaian dokumen,  pasport.

Erizon Efendi selaku Kabid PHU Kanwil Kemenag Riau  mengatakan setelah mendapatkan informasi dari kabupaten/kota,  sebagian kabupaten sudah ada yang  mencapai 100% untuk penyelesaian dokumen, sisanya ada yang masih 65%. Namun demikian tidak ada kendala untuk penyelesaian dokumen, terutama pasport, untuk tahun ini. Bahkan ada kemungkinan bisa diselesaikan lebih awal, papar Kabid Haji dan Umroh di ruang kerjanya pada Rabu (06/02).

Disamping itu, saat ini sedang berlangsung pemeriksaan kesehatan tahap  II, yang menurut informasi jamaah juga sudah melaksanakan pemeriksaan kesehatan. Namun sebagian lagi masih dalam proses, berhubung pemeriksaan kesehatan ini membutuhkan surat rekomendasi istito'ah, maka jamaah masih adanya yang belum memperolehnya. Misalnya di inhil dan duri, terang erizon mencontohkan.

Oleh karena itu diingatkan kepada jamaah untuk memenuhi  4 ketentuan istito'ah tersebut, yakni: Pertama, melunasi dalam hal persyaratan. Kedua, melunasi dengan pendampingan jamaah.Ketiga, rekomendasi istitoah dengan berjangka dan Keempat, ke PMI menjelang pelunasan.

Sementara itu, pihaknya mengaku telah turun ke kabupaten/kota untuk melakukan pembinaan manasik haji yang masih dikelola oleh pihak swasta dengan istilah manasik mandiri.Sedangkan manasik haji yang akan dikelola melalui DIPA masih menunggu anggaran turun dari pusat, karena sampai kini anggaran belum keluar. Sehingga di kecamatan belum bisa melakukan pembinaan begitu juga kabupaten/ kota, ungkap Erizon kepada Humas Kemenag Riau.

Meskipun demikian, besaran biaya yang  ditunggu- tunggu sudah dikonfirmasi oleh  DPR kemarin berkisar Rp. 35.000.000 untuk tahun 2019 ini. “Ini belum terhitung berdasarkan embarkasi di Indonesia. Setelah diajukan ke presiden, maka presiden akan merincikan baru bisa diembarkasi.

Sampai saat ini, lanjutnya Kemenag RI  baru saja menerima surat persetujuan dari DPR. Yang disampaikan  ke publik hanyalah  nilai rata – rata, sedangkan angka tertinggi sekitar Rp. 65.700.000. Untuk BPIH Batam anggarannya agak menengah, sekitar Rp. 32.000.000 sama seperti tahun kemarin. Sedangkan total keseluruhannya sekitarRp. 69.000.000.

 “Jadi jalur pengajuan BPIH itu cukup panjang Kementerian agama melakukan  survey sesuai kebutuhan tim, perihal akomodasi, konsumsi. Selama alurnya di embarkasi diajukan ke DPR, DPR melakukan pembahasan sidang, setelah disetujui anggaran tersebut, maka dikembalikan kekementerian agama, kemudian kementerian agama Mengajukan ke presiden kemudian presiden membuat surat keputusan selanjutnya dikembalikan ke Kanwil kemenag Riau baru di kirim ke kabupaten/kota”, terangnya.Itulah yg sedang ditunggu saat ini sehingga rinciannya nanti di PMA”, tukas Erizon.(vera/eva)