Riau (Inmas) – Kedatangan Itjen Kemenag RI yang sudah memasuki
5 hari dimulai dari tanggal 16 s/d 21 Juli 2017 merupakan kedatangan rutin setiap
tahunnya untuk memeriksa kelengkapan administrasi mengenai realisasi penggunaan
anggaran dan persediaan barang milik negara melalui anggaran DIPA Kanwil
Kemenag Prov. Riau Tahun Anggaran 2017. Pelaksanaan ekspose temuan Itjen
Kemenag RI pun dilaksanakan di Ruang Rapat Ka.Kanwil Kemenag Prov. Riau, Jumat
(21/07), dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Prov.
Riau dan dihadiri oleh Pejabat eselon III dan IV serta pegawai terkait yang
memiliki tupoksi terkait dengan anggaran dan persediaan barang milik negara.
Pada kesempatan pembuka, Kepala Bagian Tata Usaha, Drs. H.
Mahyudin, MA, memberikan pengantarnya dengan menyambut baik kedatangan Itjen
Kemenag RI dalam memeriksa sekaligus memberikan arahan pada temuan hasil
investigasi Itjen Kemenag RI.
“Setiap tahunnya Kanwil Kemenag Prov. Riau selalu diperiksa
oleh Itjen Kemenag RI dan hal ini justru membuat kami selalu berupaya untuk
disiplin administrasi dalam penggunaan anggaran dan persediaan barang milik
negara,” pukas Mahyudin.
Pada kesempatan ini, Ketua Tim Itjen Kemenag RI, Muhammad
Arif Rahman dengan kritis menanggapi beberapa hal yang menjadi temuan pada
pemeriksaan kali ini yaitu mengenai pelaporan terhadap SAIBA dan SIMAK BMN
karena masih ada neraca yang tidak sama dan terdapat pagu minus terhadap
realisasi anggaran, serta sebaiknya ada perhatian khusus terhadap laporan
keuangan yang ada pada DIPA masing-masing.
“Saya mencermati adanya ketidaksamaan antara catatan dan
realisasi dilapangan terutama pada persediaan barang milik negara. Tidak
disiplinnya pencatatan persediaan barang menjadi rancu sehingga bisa jadi ini merupakan
tindakan kerugian negara, “ tegas Pak Arif.
Beliau juga berharap bahwa audit yang selalu dilaksanakan
setiap tahun merupakan upaya untuk memeriksa laporan keuangan agar sesuai
dengan realisasi anggaran karena dari laporan keuangan tersebut dapat terevaluasi
efektivitas penggunaan anggaran tersebut, sehingga diharapkan tahun yang akan
datang anggaran yang digunakan sesuai dengan prioritas kinerja.
Akhir dari kegiatan Ekspose Itjen Kemenag RI, Mahyudin pun
menyampaikan harapan baiknya dengan adanya audit ini dapat dijadikan bahan
interospeksinya untuk lebih disiplin dan teliti dalam penggunaan anggaran dan
persediaan barang milik negara terutama dalam hal administrasi pendukung
kegiatan ini.
“Semoga dengan adanya audit ini kita semua dapat bekerja
lebih baik dan menjunjung tinggi profesionalitas kerja dengan anggaran program
prioritas kinerja,” penutup Mahyudin. (nvm)