Pekanbaru
(Inmas), Masa remaja (adoselen) dapat
dipandang sebagai suatu masa dimana individu dalam proses pertumbuhannya telah
mencapai kematangan. Priode ini menunjukkan suatu masa kehidupan, dimana kita sulit untuk memandang remaja itu sebagai
kanak-kanak, tetapi tidak juga orang dewasa. Hal ini disampaikan oleh
Penyelenggara Kristen, Permina Manalu, S.Ag pada acara Dialog Kerukunan
Internal Umat Kristen di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru
tahun 2017. Sabtu (13/05),
“Perubahan yang terjadi pada remaja (usia 13 - 18 th) baik perubahan fisik
maupun perubahan sosial telah menyebabkan berbagai masalah. Misalnya gairah
seksual yang luar biasa yang sering tidak terkendalikan, masalah jerawat bisa
membuat remaja mengalami stress, mengalami krisis identitas dimana mereka tidak
lagi dianggap anak-anak namum belum juga dianggap dewasa.” Jelas Permina
Faktor lingkungan pergaulan sangat menentukan
perkembangan seorang remaja. Bila mempunyai teman yang tidak baik, seorang
remaja bisa dengan mudah terpengaruh. Apakah itu pergaulan bebas, terlibat
tawuran, tersandung narkoba dll. Untuk itu kita perlu membentengi diri dengan iman ,peningkatan SDM dan giat bekerja
seperti yang telah dicontohkan Yusuf dan Daud . Ungkap Permina.
“Remaja Kristen adalah agen perubahan, baik buruknya
keluarga Kristen itu tergantung dengan generasi penerusnya, apabila generasi
dalam keluarga Kristen dan gereja memiliki mental dan spiritual yang edukatif,
inovatif dan berketuhanan, maka harapan keluarga Kristen dan gereja akan
tercapai dengan baik. Untuk itu jadilah pemuda yang berguna untuk diri sendiri,
orang tua, orang lain, gereja dan negara” Harap Permina. (Idris).