Pekanbaru (Inmas), Orang-orang yang
tidak berpartisipasi di pendidikan tinggi atau kuliah setidaknya ada beberapa alasan yang menjadi mindset mereka: Pertama, karena melihat banyak sarjana
yang menganggur alias belum bekerja di
tengah masyarakat .Kedua, sudah mendapatkan pekerjaan sehingga tidak
perlu lagi kuliah karena dianggap tujuan kuliah hanya untuk mendapatkan ijazah
sebagai syarat cari kerja. Ketiga, sudah merasa berilmu karena sudah
tamat pesantren dan menguasai kitab kuning, mudah menggali ilmu dari berbagai
kitab tersebut sehingga tidak perlu lagi kuliah atau sudah tamat SMK yang sudah
punya keahlian sebagai bekal kerja. Keempat,
karena tidak ada biaya, karena menganggap semua kampus berbiaya tinggi
dan tidak terjangkau. Kelima, menikah muda, sehingga terasa tidak ada
lagi peluang untuk mencapai cita-cita, karena sibuk mengurus suami dan anak. Keenam,
usia tidak memungkinkan lagi untuk membuat tugas-tugas kuliah yang dibebankan
dosen. Inilah kira-kira beberapa alasan
orang tidak kuliah sehingga pendidikannya terhenti hanya setingkat SMA, meskipun
potensinya masih ada.
Meskipun ada
problematika tersebut, mereka masih bisa berpendidikan tinggi asalkan pola
pikir (mindset) mereka dirubah. Pertama, jika melihat ada sarjana
pengangguran. Pikirkan, sarjana saja nganggur apalagi yang bukan sarjana.
Bahkan ke depan para sarjana itu yang akan mendominasi peluang kerja yang ada
karena mereka sudah berbekal ilmu dan kesarjaan. Kedua, jika sudah dapat
pekerjaan tidak perlu kuliah lagi. Ingat! kebanyakan pekerjaan tamatan SMA
hanya pekerjaan kasar dan banyak menguras keringat alias tangan berdebu. Jika
ada pun pekerjaan yang ringan itu hanya sedikit tamatan SMA sederajat yang
menguasainya, itupun sifatnya sementara sebelum didominasi oleh sarjana seperti
di sekolah kampung-kampung, kantor-kantor desa dan lainnya. Ketiga, jika
alasan sudah berilmu. Ingat! Tamatan pesantren memang sebagian sudah bisa
membaca kitab-kitab kuning, tetapi ilmu tidak cukup menguasai kitab kuning,
begitu juga tamatan SMK dan SMA/MA, menguasai ilmu perlu memperbanyak diskusi
berkelanjutan, membaca buku-buku, mengkaji banyak peradaban-peradaban,
teori-teori tentang berbagai hal dan sebagainya. Keempat, alasan biaya
kuliah mahal. Perlu diketahui bahwa tidak semua kampus berbiaya tinggi, sebagiannya
ada kemudahan dengan biaya ringan. Biasanya
pembangunan kampus yang dibiayai Bank, itu mahal karena biasanya angsuran
dibebankan kepada para mahasiswanya. Kelima, karena menikah. Ingat!
Beberapa mahasiswa di kampus telah menikah, mereka tetap lanjut kuliah untuk
mewujudkan cita-cita bahkan ada yang satu kelas dengan pasangannya sehingga menambah
semangat dalam mengerjakan tugas kuliah dengan pasangan halal. Keenam,
usia sudah tua. Ingat! Dalam Islam dianjurkan agar menuntut ilmu dari buayan
sampai ke liang lahat. Ada sebagian yang usianya lehih 70 tahun masih kuliah,
bahkan ia merasa lebih senang berada di kampus dari pada di rumah kosong (empty
home) sendirian, karena cucunya pergi sekolah dan anaknya pergi bekerja.
Bahkan ia lebih sehat dan awet muda di kampus karena banyak kawan-kawan
muda.
Selanjutnya, kami
merekomendasikan saudara untuk kuliah di kampus STIT Al-Kifayah Riau, karena di
sini varian mahasiswa lebih banyak, yang muda dan berumur, biaya kuliah bisa
diangsur perbulan bahkan termurah di Riau, memiliki program studi yang peluang kerjanya
lebih besar, banyak pilihan kelasnya, berada dua lokasi di Pekanbaru, dan banyak
lagi keistimewaan lainnya. Menunda kuliah, berarti menunda sukses. Berminat
hubungi WA: 085271373346 (Dr. Yundri Akhyar, MA)