0 menit baca 0 %

Perlu Perubahan Mindset Agar Semua Bisa Kuliah

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas), Orang-orang yang tidak berpartisipasi di pendidikan tinggi atau kuliah setidaknya ada beberapa alasan yang menjadi mindset mereka: Pertama, karena melihat banyak sarjana yang menganggur  alias belum bekerja di tengah masyarakat .Kedua, sudah mendapatkan pekerjaan sehingga tidak p...

Pekanbaru (Inmas), Orang-orang yang tidak berpartisipasi di pendidikan tinggi atau kuliah setidaknya ada beberapa alasan yang menjadi mindset mereka: Pertama, karena melihat banyak sarjana yang menganggur  alias belum bekerja di tengah masyarakat .Kedua, sudah mendapatkan pekerjaan sehingga tidak perlu lagi kuliah karena dianggap tujuan kuliah hanya untuk mendapatkan ijazah sebagai syarat cari kerja. Ketiga, sudah merasa berilmu karena sudah tamat pesantren dan menguasai kitab kuning, mudah menggali ilmu dari berbagai kitab tersebut sehingga tidak perlu lagi kuliah atau sudah tamat SMK yang sudah punya keahlian sebagai bekal kerja. Keempat,  karena tidak ada biaya, karena menganggap semua kampus berbiaya tinggi dan tidak terjangkau. Kelima, menikah muda, sehingga terasa tidak ada lagi peluang untuk mencapai cita-cita, karena sibuk mengurus suami dan anak. Keenam, usia tidak memungkinkan lagi untuk membuat tugas-tugas kuliah yang dibebankan dosen.  Inilah kira-kira beberapa alasan orang tidak kuliah sehingga pendidikannya terhenti hanya setingkat SMA, meskipun potensinya masih ada.

Meskipun ada problematika tersebut, mereka masih bisa berpendidikan tinggi asalkan pola pikir (mindset) mereka dirubah. Pertama, jika melihat ada sarjana pengangguran. Pikirkan, sarjana saja nganggur apalagi yang bukan sarjana. Bahkan ke depan para sarjana itu yang akan mendominasi peluang kerja yang ada karena mereka sudah berbekal ilmu dan kesarjaan. Kedua, jika sudah dapat pekerjaan tidak perlu kuliah lagi. Ingat! kebanyakan pekerjaan tamatan SMA hanya pekerjaan kasar dan banyak menguras keringat alias tangan berdebu. Jika ada pun pekerjaan yang ringan itu hanya sedikit tamatan SMA sederajat yang menguasainya, itupun sifatnya sementara sebelum didominasi oleh sarjana seperti di sekolah kampung-kampung, kantor-kantor desa dan lainnya. Ketiga, jika alasan sudah berilmu. Ingat! Tamatan pesantren memang sebagian sudah bisa membaca kitab-kitab kuning, tetapi ilmu tidak cukup menguasai kitab kuning, begitu juga tamatan SMK dan SMA/MA, menguasai ilmu perlu memperbanyak diskusi berkelanjutan, membaca buku-buku, mengkaji banyak peradaban-peradaban, teori-teori tentang berbagai hal dan sebagainya. Keempat, alasan biaya kuliah mahal. Perlu diketahui bahwa tidak semua kampus berbiaya tinggi, sebagiannya ada kemudahan dengan  biaya ringan. Biasanya pembangunan kampus yang dibiayai Bank, itu mahal karena biasanya angsuran dibebankan kepada para mahasiswanya. Kelima, karena menikah. Ingat! Beberapa mahasiswa di kampus telah menikah, mereka tetap lanjut kuliah untuk mewujudkan cita-cita bahkan ada yang satu kelas dengan pasangannya sehingga menambah semangat dalam mengerjakan tugas kuliah dengan pasangan halal. Keenam, usia sudah tua. Ingat! Dalam Islam dianjurkan agar menuntut ilmu dari buayan sampai ke liang lahat. Ada sebagian yang usianya lehih 70 tahun masih kuliah, bahkan ia merasa lebih senang berada di kampus dari pada di rumah kosong (empty home) sendirian, karena cucunya pergi sekolah dan anaknya pergi bekerja. Bahkan ia lebih sehat dan awet muda di kampus karena banyak kawan-kawan muda.  

Selanjutnya, kami merekomendasikan saudara untuk kuliah di kampus STIT Al-Kifayah Riau, karena di sini varian mahasiswa lebih banyak, yang muda dan berumur, biaya kuliah bisa diangsur perbulan bahkan termurah di Riau, memiliki program studi yang peluang kerjanya lebih besar, banyak pilihan kelasnya, berada dua lokasi di Pekanbaru, dan banyak lagi keistimewaan lainnya. Menunda kuliah, berarti menunda sukses. Berminat hubungi WA: 085271373346 (Dr. Yundri Akhyar, MA)