0 menit baca 0 %

Perlu Gebrakan dan Inovasi untuk Tingkatkan Kualitasi Diri Penyuluh

Ringkasan: Riau (Inmas)- Potensi besar yang dimiliki oleh penyuluh perlu dikembangkan dan lebih ditingkatkan sehingga bisa tampil bersaing di Nasional bersama penyuluh- penyuluh terbaik se Indonesia, untuk itu, perlu gebrakan dan inovasi baru.Hal tersebut ditegaskan Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA...

Riau (Inmas)- Potensi besar yang dimiliki oleh penyuluh perlu dikembangkan dan lebih ditingkatkan sehingga bisa tampil bersaing di Nasional bersama penyuluh- penyuluh terbaik se Indonesia, untuk itu, perlu gebrakan dan inovasi baru.

Hal tersebut ditegaskan Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, usai membuka sekaligus memberikan sambutan pada Pemilihan Penyuluh Agama Islam (PAI) Teladan Tingkat Provinsi Riau Tahun 2018, Rabu (11/7/2018) petang di Hotel Drego Jalan Sudirman Pekanbaru.

“Dari segi retorika, materi ceramah dan kemampuan menyampaikan ceramah, penyuluh tidak diragukan lagi. Namun ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, karena penyuluh sekarang tidak sama seperti dulu yang hanya pandai ceramah, tetapi penyuluh sekarang dituntut untuk menghasilkan manfaat, apa yang disampaikan diaplikasikan dan diterapkan di masyarakat, seperti adanya upaya mengatasi kemiskinan, peningkatan kualitas keagamaan dan lainnya,” jelasnya.

Ahmad Supardi menambahkan, salah satu contoh yang bisa dilakukan penyuluh dilokasi penyuluhan mengembangkan lembaga pendidikan tahfiz qur’an atau membangun panti asuhan dengan bekerjasama dengan pihak yang mampu. Karena salah satu yang menjadi daya tarik penyuluh terbaik Nasional tahun 2017 yaitu selain aktif penyuluhan juga mengaplikasikan kemampuannya untuk mengelola panti asuhan, sehingga manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat.

“Bukan hanya focus pada satu kegiatan, tapi kita bisa mengembangkannya kesektor lain seperti desa binaan yang outputnya menghasilkan desa sakinah dengan kriteria 100 persen punya buku nikah, perempuan 70 persen menggunakan jilbab, masyarakat rajin berjamaah khusus magrib dan isya, anak belajar Alqurna dan lain. Jika dari beberapa kriteria tersebut belum terpenuhi, maka harus diupayakan dengan melakukan  atau membantu masyarakat yang belum melakukan hal tersebut. Dari semua rangkaian kegiatan di lapangan, tentu penyuluh juga harus memiliki dokumentasi dan dibuat profil sehingga ada bukti kesuksesan yang telah dilakukan,” ungkapnya.

Jika hal tersebut telah terpenuhi, maka penyuluh- penyuluh di Provinsi Riau akan bisa mengukir prestasi gemilang sebagai motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan keagamaan terhadap masyarakat. (mus/eka/faj)