0 menit baca 0 %

PERLAKUAN SAMA BENTUK NYATA KEBERSAMAAN

Ringkasan: Indragiri Hulu,(Inmas). Dalam rangka Tasyakuran Milad ke-78 Yayasan Pendidikan Agama Islam Rengat (YPAIR), dan Soft Launching Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madinatun Najah, pada Rabu 4 Maret 2020, oleh YPAIR dilaksanakan Lomba Mewarnai Tingkat TK (Ta...

Indragiri Hulu,(Inmas). Dalam rangka Tasyakuran Milad ke-78 Yayasan Pendidikan Agama Islam Rengat (YPAIR), dan Soft Launching Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madinatun Najah, pada Rabu 4 Maret 2020, oleh YPAIR dilaksanakan Lomba Mewarnai Tingkat TK (Taman Kanak-Kanak), PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), dan KB (Kelompok Bermain se- Kecamatan Rengat, dikuti sebanyak 280 peserta.
Pengumuman dan penyerahan piala pemenang lomba tersebut dilaksanakan pada Kamis, 05 Maret 2020, oleh Bupati Inhu yang diwakili Plt. Asisten II Pemkab Inhu, H. Boby Rahmat, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Riau, DR. Mahyudin, MA, dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu, Drs. H. A. Karim, M.Pd.I, didampingi oleh Kepala Dinas Kominfo, Jawalter, M.Pd, Ketua YPAIR, H. Hazairin, MA, Camat Rengat Sustiyono, Kepala Dinas Perpustakaan Kab. Inhu, dan Kabag. Kesra Setda Kab. Inhu.
Apa yang menjadi pertanyaan โ€œMengapaโ€ dalam hati adalah ketika yang menjadi Juara I Lomba Mewarnai tersebut merupakan seorang anak lelaki peserta didik dari TK Budhis yang berada di Kota Rengat dan peserta didik tersebut bukanlah seorang Muslim, melainkan beragama Buddha, dan kenapa mereka ikut serta ?
Terlintas dalam hati Tim Inmas Kankemenag Kab. Inhu (ketika meliput kegiatan tersebut) semoga benar adanya, dengan memberikan perlakuan yang sama, kesempatan yang sama, serta penilaian yang sama, pihak lain diluar diri kita turut berpartisipasi maupun ikut serta dalam kebersamaan pada perhelatan NKRI.
Melalui moment sederhana tersebut kiranya setiap dari diri kita berlaku adil, jujur, dan memberikan penghargaan maupun penghormatan yang porposional terhadap perbedaan yang ada, sehingga pada akhirnya menimbulkan kebahagiaan.
Kebersamaan mampu menghasilkan kebahagiaan, selanjutnya kebahagiaan juga mampu mewujudkan kerukunan.(tulang)