Pekanbaru (Kemenag). Sebagai garda terdepan
dalam menjaga perdamaian di tengah masyarakat, KUA kini memperkuat perannya
melalui pengembangan Early Warning System (EWS) atau Sistem Peringatan Dini. Melalui
Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, program ini dirancang untuk mendeteksi
potensi konflik sosial dan keagamaan sejak dini, sehingga upaya pencegahan
dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kemenag pada Rabu (26/11/2025).
Kepala KUA bersama
perwakilan Penghulu dan Penyuluh dari setiap KUA hadir dalam kegiatan
pengembangan EWS ini. Acara tersebut menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Kepala
Kantor Kementerian Agama Syahrul Mauludi dan Plh. Kepala Subbag TU Zulfa Hendri,
yang memberikan arahan terkait urgensi pembentukan sistem ini.
Menurut Ka. Kankemenag,
Indonesia termasuk negara dengan tingkat potensi konflik yang cukup tinggi
karena keberagamannya baik dari suku, ras, maupun agama. Perbedaan tersebut
adalah kekayaan bangsa, namun juga dapat memicu gesekan jika tidak dikelola
dengan baik. Karena itu, dibutuhkan aktor-aktor yang mumpuni dan dekat dengan
masyarakat untuk terlibat langsung dalam pencegahan konflik.
KUA dinilai memiliki
posisi strategis, karena petugasnya termasuk para penghulu dan penyuluh berada
di garis depan pelayanan masyarakat dan memahami kondisi sosial di wilayah
masing-masing. Dengan EWS, KUA dapat mendeteksi potensi konflik, melakukan
mediasi awal, dan melaporkannya kepada pihak-pihak terkait.
Program ini juga
diharapkan mampu membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Ke depannya,
kegiatan sejenis akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti pihak
kepolisian, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta tokoh lintas agama agar
pencegahan konflik dapat dilakukan secara terpadu.
Selain itu, setiap KUA
diwajibkan memiliki data rumah ibadah berizin di setiap kecamatan sebagai
bagian dari basis data deteksi dini. Informasi ini sangat penting untuk
memastikan penataan kehidupan beragama berlangsung sesuai regulasi dan mencegah
timbulnya permasalahan di kemudian hari.
Melalui program EWS
ini, Kemenag berharap KUA dapat semakin maksimal dalam menjaga kerukunan dan
menjadi pilar penting dalam menciptakan suasana aman, harmonis, dan damai di
tengah masyarakat.