0 menit baca 0 %

Perkuat Ilmu Falak, 22 Peserta Ikuti Bimtek Hisab Rukyat Angkatan II

Ringkasan: Riau (Inmas) -Ilmu falak merupakan cabang ilmu yang langka dikuasai umat islam. Padahal, ilmu yang objek kajiannya antara matahari dan bulan ini menjadi wasilah dalam mengatur waktu beribadah, seperti shalat, penentuan awal puasa, arah kiblat, dan gerhana.Hal itu dikemukakan oleh Kakanwil Kemenag Ri...

Riau (Inmas) -Ilmu falak merupakan cabang ilmu yang langka dikuasai umat islam. Padahal, ilmu yang objek kajiannya antara matahari dan bulan ini menjadi wasilah dalam mengatur waktu beribadah, seperti shalat, penentuan awal puasa, arah kiblat, dan gerhana.

Hal itu dikemukakan oleh Kakanwil Kemenag Riau saat membuka acara Bimbingan Teknis Hisab Rukyat Angkatan II di Hotel Pesona Pekanbaru, Kamis 4 Juli 2019. 

Mahyudin mengatakan bimtek ini salah satu upaya kami dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi Sumber Daya Manusia Kementerian Agama.

Terutama dalam melakukan perhitungan penentuan awal bulan qomariyah, waktu shalat, arah kiblat, dan gerhana bulan.

Menurutnya Hisab rukyat ini merupakan ilmu yang tidak mudah maka perlu kelanjutannya. 

“Kita berharap setidaknya 60-70% ilmu hisab rukyat itu dapat diserap peserta. Apalagi kita masih kekurangan kader” tegasnya.

Maka pihaknya mengharapkan dengan Bimtek mereka bisa mengikuti dengan sebaik-baiknya karena lebih banyak praktek daripada sekedar teori semata.

Lebih lanjut Doktor lulusan UIN Suska Riau Pekanbaru ini menegaskan, pihaknya terus mengoptimalkan pelaksanaan hisab rukyat melalui sejumlah kebijakan dan bimtek.

Sementara itu Kasi Penyelenggara Syari’ah Bidang URAIS dan Binsyar Kanwil Kemenag Riau Janheri MA  menerangkan  akibat minimnya penguasaan ilmu falak, sering ditemukan perbedaan waktu shalat, perbedaan dalam menentukan tanggal satu setiap bulan qomariyah, khususnya Ramadhan, Syawal, dan bulan-bulan lain yang berpengaruh besar terhadap keharmonisan masyarakat.

Dari kegiatan ini diharapkan dapat menemukan titik temu pemikiran tentang falak serta dapat mewujudkan kenyamanan masyarakat dalam beribadah.

Acara ini diikuti oleh 22 orang peserta terdiri dari unsur Penyelenggara Syariah, Kepala KUA se-Riau. Selama acara, 04 s.d 06 Juli 2019 peserta akan mendapatkan materi dari beberapa pakar di bidang ilmu hisab rukyat.(vera/faj)