Riau (Inmas) - Bertempat di ruangan kerja Komandan Resort Militer (Danrem) 031/Wirabima Provinsi Riau pada Selasa (07/11) sore, Kanwil Kemenag Riau yang dimotori Kabag TU Drs H Mahyudin dan didampingi Kasubbag Informasi dan Humas Dedi Sahrul SKom MSi dan Kasubbag Umum H Darwison MA mendatangi Danrem Brigjen TNI Provinsi Riau Edi Nasution SIp. Pertemuan yang beragendakan silaturrahmi sekaligus mengokohkan sinergitas Kemenag Riau dan Danrem, turut dihadiri oleh Drs H Tarmizi tohor MA Sekretaris Dirjen Bimas Islam Kemenag RI dan sejumlah kasi di lingkungan Danrem 031/Wirabima.
H Mahyudin selaku Kabag TU Kanwil Kemenag Riau mengungkapkan kedatangannya beserta rombongan untuk menguatkan program yang ada di Kemenag dengan membangun sinergitas dengan Danrem guna membangun keamanan dan kerukunan beragama di Riau. Masih kata Mahyudin, diharapkan setelah pertemuan ini akan terjalin sebuah kerjasama lintas sektoral dalam membangun masyarakat yang kondusif.
Dalam bincang santai itu Danrem 031/WB Edy Nasution yang baru saja dilantik pada 26 Juli 2017 lalu ini, mengungkapkan Kemenag Riau sebagai lembaga keagamaan di tengah masyarakat harus bisa menjadi suri tauladan bagi ummat dalam melaksanakan segala bentuk perintah agama baik itu yang wajib maupun yang sunnah. Ia mengatakan untuk menyeru dan mengajak umat ke arah yang lebih baik, terlebih dahulu kita mulai dari diri sendiri. Katakanlah dari hal yang paling sederhana, seperti melakukan kewajiban sholat dimasjid bagi kaum laki laki, puasa sunnah, sadaqoh dan zakat , sebutnya mencontohkan.
Menurutnya ibadah wajib yang diperintahkan itu adalah kewajiban mutlak bagi setiap umat muslim. Ketika seorang muslim telah bisa melakukan rutinitas ibadah sunnah di luar yang wajib, maka seseorang itu baru bisa kita katakan luarbiasa , sebutnya lagi. Alhamdulillah saya menerapkan hal ini dilingkungan keluarga dirumah, termasuk anak anak , terangnya. Firman Allah sudah menegaskan dalam surah Adz Dzariyat ayat 56 Semua makhluk Allah termasuk jin dan manusia diciptakan Allah Swt agar mengabdikan diri, tunduk, taat serta menyembah hanya kepada Allah Swt .
Ini bukan main main, jika ingin menjadi suri tauladan, maka contoh itu perlu dimulai dari diri kita sendiri, karena kehadiran kita di dunia ini tidak lain hanyalah untuk beribadah kepada Allah , tegas pria kelahiran Bengkalis tersebut.
Semakin hangat, moment silaturrahmi itu pria berpembawaan sederhana dan hamble ini mengajak para ASN Kemenag tanpa terkecuali untuk bisa bersama sama membangun karakter islami dalam diri dimulai dari diri sendiri. Tanggung jawab dan disiplin menjadi hal menarik yang dikupas Edi pada pertemuan itu. Edy menghimbau sebagai ASN kita harus bisa mempertanggungjawabkan produktifitas kerja yang diciptakan, karena negara telah mengeluarkan banyak cost untuk menyejahterakan kita.
Pada kesempatan yang sama Edi mengaku sepakat bahwa ditengah keragaman dan kebhinekaan yang ada di negeri ini, baik itu budaya maupun agama merupakan fithrah dari Allah. Untuk itu fithrah dan keinginan Allah ini harus kita rawat, jangan kita tentang dengan cara saling menghormati dan menghargai, serta selalu menjaga hubungan dengan pemeluk agama lainnya. Pria yang sebelumnya juga menjabat sebagai Inspektur Kodiklat TNI Tahun 2015 ini, mengaku tak segan segan menegur dan kerap mengingatkan para bawahannya untuk ta at dalam menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan mereka masing masing.
Bagi yang memproklamirkan dirinya muslim berangkat sholat ke masjid meskipun dalam waktu kerja, karena laki laki muslim jika sholatnya dirumah itu namanya lelaki sholehah tegasnya. Begitu juga bagi yang nasrani silahkan ke gereja jika sudah masuk waktu beribadah mereka, ini juga dalam rangka membangun kerukunan antar umat beragama", ujarnya lagi.
Menurutnya untuk menangkal segala bentuk paham radikalisme dan ancaman teroris di Provinsi Riau khususnya, kita bisa memulai dengan hal hal sederhana dari dalam diri ditengah kondisi kekinian ini.
Terakhir, pejabat yang pernah menjabat sebagai Inspektur Umum Itjenad Mabes TNI saat disinggung terkait masalah kerukunan maupun perkembangan masalah radikal, ia menilai di Riau masih bisa diatasi dengan berbagai pendekatan agama. Apa yang diperintahkan dalam alquran sudah pas dan tepat untuk membangun masyarakat yang agamis. Pelibatan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda dengan duduk bersama berdiskusi akan memudahkan pemerintah dalam memerangi isue paham radikal dan terorisme.
Selain dialog, membangun tanggung jawab dan disiplin diri dalam beribadah merupakan hal yang urgen kita lakukan secara intens , tandasnya.(vera/eka/faj)