Indragiri Hulu,(Inmas). Kemajuan teknologi informasi dan globalisasi dapat membuat permainan tradisional mulai ditinggalkan masyarakat Indonesia, khususnya bagi generasi muda. Permainan tradisional mulai hilang dengan munculnya permainan/game yang terdapat pada smart phone, maupun perangkat game elektronik lainnya yang tidak mengandung nilai positif bagi anak-anak, bahkan berpotensi merusak moral anak, karena berbagai permainan yang tersedia pada perangkat elektonik banyak yang mengandung unsur kekerasan maupun sadisme bahkan unsur pornografi.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas, Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al-Firdausy Pematang Reba, menyelenggarakan/memperkenalkan permainan tradisional kepada peserta didiknya, yaitu permainan Gasing.
Permainan tradisional juga bisa menumbuh kembangkan pendidikan karakter dan pendidikan moral, bahkan menumbuhkan kepedulian sosial.
Melalui permainan tradisional yang dimainkan secara langsung oleh anak-anak dapat melatih kemampuan motorik, serta melestarikan budaya/daerahnya atau budaya bangsa Indonesia. Kemudian, permainan tradisional tidak memerlukan biaya yang besar, serta dapat dibuat sendiri dengan sumber/bahan yang tersedia di sekitar tempat tinggalnya.
Permainan Gasing tersebut merupakan bahagian dari kegiatan olahraga yang dilaksanakan secara berkesinambungan dengan harapan agar tetap lestari, ujar Suhaida, S.Pd.I (urut satu sebelah kanan pada gambar) selaku Kepala MIS Al-Firdausy, dan di sebelahnya Desi Sriyanti, S.Pd.I, (tenaga pendidik) memandu permainan Gasing tersebut.(tulang)
PERKENALKAN PERMAINAN TRADISIONAL UNTUK DILESTARIKAN
Ringkasan:
Indragiri Hulu,(Inmas). Kemajuan teknologi informasi dan globalisasi dapat membuat permainan tradisional mulai ditinggalkan masyarakat Indonesia, khususnya bagi generasi muda. Permainan tradisional mulai hilang dengan munculnya permainan/game yang terdapat pada smart phone, maupun perangkat game ele...