Bengkalis
(Inmas) - Pendakwah keturunan Tionghoa, Ustadz Koko Liem alias Muhammad Ustman
Anshori mengisi ceramah di Masjid Besar Al Kautsar Kecamatan Bengkalis, pada Senin
(09/09/2019).
Kehadiran
Ustadz kelahiran Dumai, 17 Januari 1979 ini diiringi tabuhan kompang
dan disambut hampir seribuan masyarakat muslim sekitar kota Bengkalis. Koko
Liem yang hadir didampingi ibunda tercinta guna memenuhi undangan Pengurus
Masjid Besar Al Kautsar, Kecamatan Bengkalis dalam rangka memperingati Tahun
Baru Islam 1441 Hijriyah.
Dalam
ceramahnya, Koko Liem bercerita tentang bagaimana awal mula ia jatuh cinta
dengan Islam, masuk Islam secara diam-diam dan terusir dari keluarga.
“Saya
memeluk Islam pada usia 15 tahun, tepatnya 21 Juli 1994. Setelah masuk islam,
saya harus menerima kenyataan pahit, saya terusir dari orang-orang yang saya
sayangi. Saya mencoba pulang, namun diusir, begitu seterusnya. Tapi tidak
pernah terbersit rasa benci terhadap keluarga saya,” ungkap Liem.
Koko
Liem yang merupakan anak ketujuh dari sepuluh bersaudara ini bersyukur, kini 8
anggota keluarga kandungnya telah memeluk Islam, sedangkan 2 lainnya masih
beragama Budha dan Kristen Katolik. Kendati berbeda keyakinan Koko Liem tetap merangkul
mereka, baginya hidayah bukan datang dari manusia melainkan Allah SWT.
Selain
bercerita tentang kisah dan perjalanan hidupnya Koko Liem turut membagikan tips
sukses dunia akhirat yang telah ia tuangkan dalam sebuah buku berjudul “Rahasia Menggapai Keberkahan”.
Koko
Liem mengatakan, ada 4 faktor yang dapat membuat seseorang menggapai keberkahan
hidup, yakni DUIT, DUIT yang dimaksud adalah doa, usaha, ikhlas dan
tawakal. Dengan membiasakan pola hidup yang benar berdasarkan dengan
tuntunan Al Quran dan hadist maka dapat dipastikan keberkahan hidup akan segera
diraih.
Menurutnya,
ada satu hal yang merupakan pangkal dari sebuah kesuksesan yaitu berbakti
kepada kedua orang tua. Orang tua adalah sumber dari keberkahan, sumber dari
kebaikan, sumber dari ampunan serta sumber dari kesuksesan.
“Hendaklah kita selalu
memuliakan kedua orangtua, baik yang masih hidup maupun yang telah tiada.
Percayalah tidak ada seseorang di muka bumi ini dapat menjadi orang yang sukses
tanpa melalui perantara orang tua. Semakin kita memuliakan orangtua maka
otomatis Allah sebagai pencipta kita pun akan memuliakan kita
didunia,”ungkapnya. (rls-hms)