0 menit baca 0 %

Peringati Hari Santri Nasional, Kakan Kemenag : Peran Besar Santri dalam Sejarah Perjuangan Bangsa

Ringkasan: Dumai (Kemenag) - Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Dumai H. Alfian didampingi Ketua DWP Kemenag Dumai Neny Suharni Sofyan dan Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Islam (Pendis) Januarizal, hadiri Upacara Hari Santri Nasional (HSN) Tingkat Kota Dumai Tahun 2025 di Lapangan Taman Buki...

Dumai (Kemenag) - Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Dumai H. Alfian didampingi Ketua DWP Kemenag Dumai Neny Suharni Sofyan dan Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Islam (Pendis) Januarizal, hadiri Upacara Hari Santri Nasional (HSN) Tingkat Kota Dumai Tahun 2025 di Lapangan Taman Bukit Gelanggang Jalan H.R. Soebrantas, Teluk Binjai Kota Dumai pada Rabu (29/10/2025) pagi. Upacara HSN yang mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia” dipimpin langsung oleh Wali Kota Dumai H. Paisal, sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan Pidato Menteri Pemuda dan Olah Raga Republik Indonesia.

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), unsur Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kota Dumai, Tokoh agama, ribuan santri,  serta berbagai elemen masyarakat Kota Dumai.

Dalam keterangannya saat ditemui Humas usai acara, Kakan Kemenag Dumai H. Alfian mengatakan bahwasanya peringatan hari santri menjadi pengingat perjuangan yang tidak terpisahkan dari sejarah. Kiranya momentum ini menjadi semangat dalam merengkuh masa depan dan terus berkontribusi pada bangsa dan negara. Santri memiliki peran besar sebagai perekat dan pelopor bangsa.

“Santri adalah aset negara dan tumpuan masa depan bangsa,” tegas Kakan Kemenag Dumai.

Peringatan HSN 2025 ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan semangat kebangsaan dan meneguhkan peran santri dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

“Hari Santri bukan hanya peringatan seremonial, tetapi juga pengingat akan peran besar santri dalam sejarah perjuangan bangsa dan menjaga nilai-nilai keislaman yang damai,” ujar H. Alfian.

Lebih lanjut Kakan Kemenag Dumai H. Alfian menyampaikan, santri harus terus memperkuat dua pendekatan penting. Yakni silaturahim untuk menjaga persatuan dalam perbedaan, dan silatul fikri untuk memperluas wawasan dan inovasi berpikir. (Arief)