0 menit baca 0 %

Peringati Hari Kartini, Tim DWP Kemenag Selenggarakan Pengurusan Jenazah

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) – Kementerian Agama terus saja berkiprah dalam berbagai hal dan event penting lembaga maupun ditengah masyarakat. Hal tersebut dibuktikan pada Selasa siang, 11 Maret 2017 dengan didaulatkannya Tim DWP Kemenag untuk mengisi kegiatan rutin bulanan DWP Gabungan Provinsi Riau di Gedu...

Pekanbaru (Inmas) – Kementerian Agama terus saja berkiprah dalam berbagai hal dan event penting lembaga maupun ditengah masyarakat. Hal tersebut dibuktikan pada Selasa siang, 11 Maret 2017 dengan didaulatkannya Tim DWP Kemenag untuk mengisi kegiatan rutin bulanan DWP Gabungan Provinsi Riau di Gedung Wanita Jalan Diponegoro dalam rangka memperingati Hari Kartini mendatang dengan pelatihan dan praktek Penyelenggaraan jenazah. Tim yang di ketuai oleh Ibu Maryam tersebut beranggotakan delapan orang ibu ibu DWP Kemenag Riau.

Dalam kegiatan tersebut para peserta yang hadir akan di bimbing bagaimana cara mengurus orang yang sakit parah hingga mengurus jenazah sesuai dengan tuntunn syari’at Islam. Menurut H Jhon Efendi Lc yang di daulat untuk memberi tausiyah sekaligus sebagai pembimbing praktek, kegiatan ini sangat penting karena di masa sekarang banyak masyarakat kita yang kurang memahami bagaimana cara mengurusi jenazah, bahkan tidak sanggup untuk memandikan orang tua sendiri yang telah meninggal, bahkan tidak bisa mengkafankan keluarganya sendiri, tutur Jhon efendi mengawali tausiyahnya. Melihat kondisi inilah maka perlu kita galakkan kembali pengetahuan terkait pelaksanaan pengurusan jenazah di tengah masyarakat kita.

Pria kalem ini mengatakan salah satu yang wajib kita lakukan bagi orang yang hidup adalah menyelenggarakan jenazah. Dalam Islam ada yang dikatakan fardhu ‘ain berlaku untuk individu seperi sholat, zakat, haji, sadaqah,dan ada fardhu kifayah untuk orang banyak. Adakalanya Fardhu ‘ain seperti sholat berubah menjadi fardhu kifayah disaat kita menyelenggarakan jenazah.

Dasar hukum dalam mengkaji masalah pengurusan jenazah ini seperti yang telah tertuang dalam firman Allah “Setiap yang bernyawa pasti akan mati”. Jika kita mati dalam keadaan muslim maka wajib dilakukan pengurusan jenazah dengan cara Islam. Begitu juga jika ada saudara kita yang sakit kita segerakan untuk menjenguknya. Menjenguk orang yang sakit merupakan kewajiban bagi setiap muslim, dengan cara mendo’akannya, pesan beliau.

Semua peserta tampak serius dan hikmat menyimak tausiyah yang diberikan H Jon Efendi Lc dan terlihat bersemangat mengikuti pelatihan yang diperagakan oleh Tim DWP Kemenag. Pada penghujung acara dibuka sesi tanya jawab dan dialog interaktif seputar penyelenggaraan jenazah bahkan proses memandikan yang juga tidak luput dari praktek.(vera)