0 menit baca 0 %

Peringatan Waisak di Desa Sesap, Sederhana tapi bermakna.

Ringkasan: Meranti (Inmas) - Peringatan Waisak di Desa Sesap Kecamatan Tebing Tinggi pada  Rabu (17/05/2017) kemarin berlangsung sederhana. Namun, kesederhanaan tersebut begitu bermakna. Nilai-nilai Tri suci Waisak muncul dari kegiatan sederhana tersebut.Peringatan Hari Waisak tersebut bertambah spesial karen...
Meranti (Inmas) - Peringatan Waisak di Desa Sesap Kecamatan Tebing Tinggi pada  Rabu (17/05/2017) kemarin berlangsung sederhana. Namun, kesederhanaan tersebut begitu bermakna. Nilai-nilai Tri suci Waisak muncul dari kegiatan sederhana tersebut.

Peringatan Hari Waisak tersebut bertambah spesial karena dihadiri langsung oleh Kasubdit Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Jendral (Ditjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Budha Kementerian Agama RI Nyoman Suriadarma M.Pd, M.Pd.B.

Dalam sambutannya, Nyoman Suriadarma merasa sangat terharu melihat semangat dan antusias yang sangat luar biasa dari umat Buddha suku asli untuk mengikuti perayaan hari Waisak 2561 B.E/2017. Nyoman juga mengapresiasi keberanian yang ditunjukkan anak-anak  yang tampil untuk membaca kitab suci Dhammapada dan juga lagu-lagu Buddhis. Di Kabupaten Kepulauan Meranti ini beliau merasakan keindahan dalam keberagaman masyarakat yang harmonis.

Di akhir sambutannya, Nyoman Suriadarma menyampaikan akan memprioritaskan daerah-daerah yang potensial dalam  pengembangan agama Buddha terutama daerah-daerah terpencil, tertinggal dan terluar termasuk di Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau.

Ditempat yang sama, Kepala Seksi Penyelenggara Budha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti Metawati, S.Ag menyampaikan bahwa perayaan Waisak ini merupakan yang kedua kalinya di adakan di desa Sesap Kecamatan Tebing Tinggi.

Metawati juga menyampaikan menyampaikan harapan dari warga yang ingin memiliki rumah ibadah yang dapat menampung semua warga karena Cetiya Boddhi Ratana sementara ini sudah tidak muat untuk melaksanakan kebaktian ataupun kegiatan keagamaan lainnya. Dengan kedatangan Pak Kasubdit ke desa Sesap ini lanjut Metawati, diharapkan dapat membantu dan memenuhi harapan warga untuk memiliki rumah ibadah dan sekolah minggu yang lebih representatif.

Kegiatan yang dilaksanakan di Cetiya Boddhi Ratana tersebut dihadiri oleh umat  300 orang terdiri dari desa Sesap, desa Tersebut, perwakilan MBI, pengurus Yayasan Buddha Sehati dan guru-guru agama Buddha. (zieah).