Peringatan Maulid Harus Bisa Menambah Kualitas Ketakwaan
Ringkasan:
Rokan Hulu (Humas)- Nabi Muhammad SAW yang kita peringati hari lahirnya hari ini adalah seorang manusia agung, manusia luar biasa tiada tara, yang disegani dan dihormati semua kalangan, baik oleh yang memeluk agamanya maupun yang tidak berkenan memeluk ajaran agama yang dibawanya.
Rokan Hulu (Humas)- Nabi Muhammad SAW yang kita peringati hari lahirnya hari ini adalah seorang manusia agung, manusia luar biasa tiada tara, yang disegani dan dihormati semua kalangan, baik oleh yang memeluk agamanya maupun yang tidak berkenan memeluk ajaran agama yang dibawanya. Sebagai salah satu contoh adalah seorang sejarawan dari Inggris yang tidak beragama Islam, bernama Michael H Heart. Beliau menulis buku dengan judul : Seratus Tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah. Dalam bukunya tersebut, Heart menempatkan Muhammad sebagai manusia paling berpengaruh sejagad raya dan sepanjang sejarah umat manusia.
Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, dalam tausiyahnya pada peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad Saw yang dilaksanakan oleh masyarakat Rambah Tengah Hulu bertempat di Masjid Jamiatushsholihin Pawan, Selasa (21/2).
Hadir dalam acara tersebut perangkat desa Rambah Tengah Hulu, pengurus masjid, Imam Masjid, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, alim ulama, cerdik pandai, hatobangon, dan masyarakat muslim dan muslimat lainnya.
Menurut Ahmad Supardi, setiap tahun umat islam di seluruh belahan dunia islam merayakan maulid Nabi, namun terkadang sangat disayangkan peringatan maulid itu tidak menambah kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Peringatan maulid hanya dianggap sekedar ceremonial belaka. Padahal peringatan maulid dimaksudkan untuk mendekatkan diri pada ajaran agama islam dan mencontoh sifat dan perilaku mulia Nabi Muhammad SAW.
Kakan Kemenag lebih lanjut menjelaskan bahwa untuk mendekatkan diri pada ajaran pokok Islam dan perilaku Nabi, diperlukan upaya serius, perencanaan yang matang dan sistematis, yang dimulai dengan Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji. Gerakan ini perlu mendapat respon yang kuat dari seluruh komponen masyarakat sehingga pelaksanaannya dapat berdayaguna dan berhasilguna.
Kegiatan ini tidak memerlukan biaya mahal. Modalnya cukup kemauan dan kesadaran, ujar Ahmad Supardi. Sebagai bukti tanda dimulainya gerakan magrib Mengaji, Kakan Kemenag Rohul menyerahkan sejumlah Al- quran untuk digunakan oleh masyarakat.
“Jangan dilihat berapa nominal harga bantuan, tetapi lihatlah nilai, semangat dan ketulusan serta keihlasannya,†ujarnya. (ash)