0 menit baca 0 %

Peringatan Isra' Mi'raj Momentum Peningkatan Penghayatan Terhadap Alam Semesta

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) - Kakanwil Kemenag Prov Riau, Drs H Ahmad Supardi MA, bertindak selaku penceramah dalam acara Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1438 H/2017 M yang ditaja oleh Masjid Raya An Nur Prov Riau, Sabtu (29/4/2017) bertempat di Masjid Raya An Nur, Masjid kebanggaan ummat Islam Prov...

Pekanbaru (Inmas) - Kakanwil Kemenag Prov Riau, Drs H Ahmad Supardi MA, bertindak selaku penceramah dalam acara Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1438 H/2017 M yang ditaja oleh Masjid Raya An Nur Prov Riau, Sabtu (29/4/2017) bertempat di Masjid Raya An Nur, Masjid kebanggaan ummat Islam Prov Riau itu. Ahmad Supardi dalam taushiyahnya menyatakan bahwa perjalanan Isra' Mi'raj yang dialami oleh Nbi Muhammad SAW dari Masjidil Haram Makkah menuju Masjidil Aqsha di Palestina dan naik ke Sidratil Muntaha, bertemu dengan Allah Swt adalah dimaksudkan untuk memperlihatkan tanda tanda kebesaran Allah kepada Muhammad Saw dan kepada seluruh umat manusia. Hal ini ditandai dengan adanya dua perjalanan, yaitu Isra' bersifat horizontal dan Mi'raj adalah bersifat vertikal. Hal ini mengajarkan kepada umat manusia, bahwa kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidup manakala umat manusia dapat menjalin hubungan harmonis, baik hubungan horizontal dengan sesama umat manusia maupun vertical dengan Allah SWT.

Menurut mantan Kakan Kemenag Kab Rohul ini, diantara tanda tanda kekuasaan Allah yang diperlihatkan kepada Nabi Muhammad Saw adalah perjalanan dari Makkah menuju Palestina, yang seharusnya ditempuh 4 bulan PP dengan naik unta, sementara Nabi Muhammad hanya menempuhnya pada waktu malam, itupun hanya dalam beberapa waktu saja. Hal ini sulit untuk diterima aqal sehat, sebab perjalanan itu terlalu singkat. Padahal Nabi Muhammad bukan jalan sendiri, tetapi diperjalankan Allah Swt dengan menggunakan kenderaan Buraq. Buraq berasal dari kata Barqun artinya kita atau cahaya. Jadi, perjalanan itu dengan mengendarai Buraq dengan kecepatan kilat atau cahaya. Kecepatan kilat atau cahaya adalah 300.000 Km per detik, melebihi dari kecepatan pesawat buing 747 yang hanya 909 Km per jam. Jika dihitung perjalanan Makkah ke Madinah sejauh 1.500 Km, dengan menggunakan kenderaan dengan kecepatan kilat, maka hanya dibutuhkan waktu 0,05 detik.

"Salah satu yang diperlihatkan Allah Swt kepada Nabi Muhammad adalah sekelompok umat manusia menanan tumbuhan, lalu saat itu langsung panen dan bahkan panen secara terus menerus. Hal ini fijelaskan oleh Malaikat Jibril, bahwa itu adalah balasan bagi ummat Muhammad yang membelanjkan hartanya di Jalan Allah, sehingga dibetikan gsnjarang yang berlipat ganda," paparnya.

Lebih lanjut Ahmad Supardi menyampaikan, oleh oleh yang dibawa Nabi Muhammad Saw dari perjalanan Isra' Mi'raj adalah kewajiban pelaksanaan shalat 5 kali sehari semalam. Shalat ini oleh Nabi disebutkan sebagai Mi'rajnya orang orang yang beriman. Sementara itu Ketua Masjid Raya An Nur Prov Riau, Ir H Faishal Karim, menyatakan bahwa kegiatan peringatan Isra' Mi'raj ini, termasuk peringatan hari besar islam lainnya, tetap dilaksanakan setiap tahun, dalam rangka meningkatkan syiar islam dan meningkatkan pengetahuan jamaah tentang hal hal yang terkait dengan peristiwa peristiwa penting dslam agama islam itu sendiri. Kegiatan ini dilaksanakan secara sederhana, dalam rangka penghematan dan efisiensi anggaran yang agak sulit pada tahun ini. (ash)