0 menit baca 0 %

Peringatan Isra' Mi'raj 1440 H di Kuansing Diisi dengan Ceramah Agama

Ringkasan: Kuansing (Inmas), Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW tahun 1440 H/2019 M yang dilaksanakan di Masjid Agung Teluk Kuantan Selasa pagi (02/04/2019), diisi dengan kegiatan utama yaitu berupa ceramah agama yang disampaikan oleh ustadz Dr. Hamdani Purba, Lc,MA.

Kuansing (Inmas), Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW tahun 1440 H/2019 M yang dilaksanakan di Masjid Agung Teluk Kuantan Selasa pagi (02/04/2019), diisi dengan kegiatan utama yaitu berupa ceramah agama yang disampaikan oleh ustadz Dr. Hamdani Purba, Lc,MA.

Beliau adalah salah satu ustadz yang berdomisili di Teluk Kuantan dan juga merupakan pimpinan pondok pesantren Syafa'aturrasul, salan satu pondok pesantren yang cukup dikenal di kabupaten Kuansing.

Kegiatan Isra' Mi'raj ini disponsori oleh Pemda kabupaten Kuansing, yang dihadiri oleh Bupati Kuansing, Pejabat dan pegawai di lingkungan Pemda, Pejabat dan pegawai di lingkungan Kemenag Kuansing, Forkopimda, TNI, Polri, Tokoh masyarakat, Pelajar, dan masyarakat umum.

Ustadz Hamdani menyampaikan dalam tausiyahnya tentang pengertian istighosah, karena sebelum beliau berceramah telah didahului dengan istighosah, oleh sebab itulah beliau merasa perlu untuk memberitahu jamaah tentang kegiatan yang baru saja dilakukan.

"Istighosah adalah berdo'a minta pertolongan kepada Allah, yang dalam pelaksanaannya diisi dengan bacaan doa dan zikir, jadi tidak ada yang salah didalamnya," jelasnya.

Hamdani juga menjelaskan tentang perlunya mengulang-ulang kajian agama, selain untuk mengingatkan dapat juga melembutkan hati yang keras dengan pengetahuan agama yang dipahami dengan baik.

"Masing-masing nabi telah diberikan kelebihan dan mukjizat oleh Allah, salah satu mukjizat yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW adalah Al-Qur'an, yang kebenerannya tidak akan bisa terbantahkan, abadi sampai akhir masa. Kisah perjalanan Isra' Mi'raj akan menjadi pelajaran bagi orang yang beriman dan berakal, namun tidak akan berpengaruh pada orang-orang yang gelap hati dan akalnya," jelas Hamdani lebih lanjut.

Terakhir, hamdani menasihatkan bahwa segala sesuatu terjadi adalah atas izin Allah. Jadilah hamba Allah yang betul-betul memurnikan ketaatan hanya kepada-Nya. Dengan melasaknakan segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, barulah Islam itu bisa menjadi rahmatan lil alamin. (n/r)