0 menit baca 0 %

Peringatan Hari Raya Enam Ribuan Warga Ziarah Kubur

Ringkasan: Kampar (Humas)- Tradisi ziarah kubur pada Hari Raya Enam di wilayah Bangkinang Seberang dihadiri ribuan warga, Rabu (7/9). Ziarah kubur dilaksanakan hampir di seluruh desa yang ada di wilayah Bangkinang Seberang dan sebagian desa-desa lainnya di Kabupaten Kampar.
Kampar (Humas)- Tradisi ziarah kubur pada Hari Raya Enam di wilayah Bangkinang Seberang dihadiri ribuan warga, Rabu (7/9). Ziarah kubur dilaksanakan hampir di seluruh desa yang ada di wilayah Bangkinang Seberang dan sebagian desa-desa lainnya di Kabupaten Kampar. Masyarakat melaksanakan ziarah kubur bersama-sama dan serentak, kemudian membacakan doa bagi ahli kubur. Ziarah kubur disertai dengan kegiatan pembersihan areal pemakaman umum. Usai melaksanakan ziarah kubur, masyarakat makan bersama di masjid-masjid yang telah ditetapkan di setiap desa. Kebersamaan ziarah kubur dan makan bersama ini merupakan momen yang dinanti-nantikan oleh masyarakat. Terutama bagi yang merantau untuk pulang dan bertemu serta berkumpul dengan sanak saudara. Momen ziarah kubur dan Hari Raya Enam bahkan lebih meriah dibandingkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal setiap tahunnya. Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM menghadiri undangan masyarakat yang melaksanakan ziarah kubur dan Hari Raya Enam di Kelurahan Pasir Sialang Kecamatan Bangkinang Seberang. Sedangkan Wakil Bupati Kampar H Teguh Sahono SP menghadiri acara ziarah kubur dan hari raya enam di Kelurahan Pulau Bangkinang Seberang bersama mantan Bupati Kampar H Jefry Noer. Mantan Sekda Kampar Drs H Zulher MS mengikuti rangkaian ziarah kubur Hari Raya Enam di Desa Pulaulawas Kecamatan Bangkinang Seberang. Hari Raya Enam memang sudah mentradisi dan dilakukan berbagai generasi secara turun temurun. Dilakukan pada hari kedelapan Syawal, lazimnya setelah melakukan puasa enam hari. Hari Raya Enam merupakan rangkaian ziarah kubur yang dilakukan secara bersama oleh masyarakat suatu perkampungan. Mereka mengunjungi pekuburan dan mendoakan para pendahulu yang telah dimakamkan. Doa yang dimunajadkan, adalah doa-doa agar dosa para almarhum dan almarhumah diampuni dosa-dosanya dan ditempatkan Allah di tempat yang layak. Perjalanan ziarah dimulai pada pagi hari, setelah sarapan bersama di musala atau masjid. Lalu, seluruh kaum pria, tua muda, anak-anak hingga dewasa, pawai bersama. Mereka akan berhenti untuk berdoa di setiap perkampungan. Ketika berpapasan dengan rombongan dari perkampungan lain, di sanalah menjadi moment untuk saling berjabat tangan untuk memaafkan. Sementara kaum ibu dan remaja putri, mempersiapkan juadah untuk makan siang bersama. Perjalanan ziarah berakhir pada siang hari. Selesai salat Zuhur berjamaah, makan bersama warga perkampungan pun dilakukan. "Ini merupakan rangkaian perjalanan silaturrahim," ungkap Arif Budiman, warga Pulaulawas yang tinggal di Pekanbaru dan sengaja pulang kampung untuk mengikuti Hari Raya Enam. Zulher bergabung dengan warga Dusun Kampungdeling, Desa Pulaulawas. Menurutnya, selain mengingatkan akan kematian, di mana setiap makhluk hidup pasti akan mengalaminya, Hari Raya Enam yang mentradisi di Kenegerian Bangkinang ini juga mempunyai hikmah dan manfaat luar biasa dalam memperkuat jalinan silaturrahim dan ukhuwah Islamiyah. Ia mengatakan, ziarah kubur mempunyai hikmah dan memberikan pelajaran, bahwa tak ada manusia yang akan hidup kekal abadi. Bagi anak yang tidak mempunyai ayah dan bunda, tentu akan memperkuat ingatan kepada para almarhum dan almarhumah. "Doa anak saleh, merupakan diantara amalan yang tak terputusa bagi ayah bunda yang telah menghadap Illahi", ujarnya. Dengan mengingat kematian, ujarnya, diharapkan setiap hamba dapat meningkatkan amal ibadah serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. "Allah berfirman, setiap yang bernyawa pasti akan mati. Dengan senantiasa mengingat kematian, kita tentu akan meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Sebab, kita percaya tentang keberadaan negeri akhirat. Momentum Syawal, dan dengan ziarah kubur yang dikenal dengan Hari Raya Enam, mari kita tingkatkan amal ibadah kepada Allah dan memperteguh silaturrahmi serta kebersamaan dan persaudaraan," tuturnya. (rp)