0 menit baca 0 %

Perguruan Tinggi Islam Mesti Tingkatkan Peran Membina Ulumul Quran

Ringkasan: Siak Sriindrapura (Inmas) - Umat Islam meyakini bahwa Alquran merupakan sumber ilmu pengetahuan yang tak habis-habisnya untuk dikaji dan digali. Untuk itu kajian-kajian Alquran perlu digiatkan di lingkungan masyarakat menuju pada pemahaman yang utuh dan benar serta memerlukan bimbingan dari para ula...

Siak Sriindrapura (Inmas) - Umat Islam meyakini bahwa Alquran merupakan sumber ilmu pengetahuan yang tak habis-habisnya untuk dikaji dan digali. Untuk itu kajian-kajian Alquran perlu digiatkan di lingkungan masyarakat menuju pada pemahaman yang utuh dan benar serta memerlukan bimbingan dari para ulama yang berkompeten di bidangnya. Dalam kaitan dengan ini kami mengajak semua perguruan tinggi Agama Islam untuk lebih meningkatkan perannya membina disiplin ilmu yang berkaitan dengan Alquran.

Hal itu disampaikan Kakanwil Kemenag Riau H Tarmizi Tohor saat memberi sambutan pada pembukaan MTQ Provinsi Riau XXXIV di komplek Islamic Centre Siak, Sabtu malam, 14/11.

Lebih lanjut Kakanwil menyampaikan bahwa signifikansi nilai-nilai Alquran sebagai pandangan hidup masyarakat perlu ditumbuh-kembangkan melalui proses pendidikan, baik formal maupun informal, dan yang terpenting adalah keteladanan orang tua di rumah, guru di sekolah dan keteladanan pemimpin  yang mempengaruhi masyarakat, baik melalui kebijakan yang dibuatnya maupun prilaku kepemimpinan yang seringkali menjadi tolak ukur moral masyarakat.

Lebih jauh Kakanwil mengajak hadirin untuk mengamalkan Alquran. “Dalam upaya mewujudkan pengamalan nilai-nilai Alquran di bumi Melayu ini, saya mengimbau dan mengharapkan kepada seluruh masyarakat tanpa melihat status, kedudukan, jabatan dan pangkat. Mari sama-sama kita lestarikan dan kembangkan terkait dengan penguatan dan pemantapan akhlak anak-anak Melayu agar relevan dengan nilai-nilai Alquran. Sebab Melayu adalah negeri yang identik dengan Islam. Islam berazas dan berpedomankan Alquran,” kata Kakanwil.

Kakanwil mengajak masyarakat, instansi pemerintah dan swasta untuk membudayakan membaca Alquran sebelum memulai aktivitas dalam waktu 10 atau 15 menit sebelum memulai pekerjaan. Selain itu, Kakanwil berharap kepada DPRD kabupaten/kota agar membuat rancangan peraturan daerah untuk menguatkan pengamalan nilai-nilai Alquran di bumi Melayu. Kanwil juga mengajak masyarakat mendirikan madrasah dan pondok pesantren Alquran (Daar al Quran).

“Pondok pesantren Tahfiz Alquran diakui sudah ada di Provinsi Riau. Tapi belum fokus dalam menciptakan kader Alquran yang mumpuni dan dapat mengukir prestasi dalam event MTQ. Oleh karena itu perlu ada suatu konsep yang fokus dalam pembinaan Alquran, seperti ponpes yang fokus dalam membina para huffaz/tahfiz, ada pula pesantren khusus membina tilawah, begitu seterusnya membina pada cabang syarhil, fahmil dan kaligrafi Alquran,” ungkap Kakanwil. 

Pada pembukaan MTQ Riau XXXIV ini hadir sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat seperti Ketua BPK RI, Plt Gubernur Riau, Bupati Siak dan tokoh masyarakat lainnya. Acara meriah ini dimulai dengan pembacaan kalam mulia Alquran oleh dua qari internasional, Darwin Hasibuan dan Jakfar Hasibuan. (griven)