Pekanbaru (Inmas)- “Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan sekali- kali karena kami menginginkan anak- anak perempuan itu menjadi saingan laki- laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama- tama”.
Hal tersebut kata Afneti BA, pengadministrasi pada Subbag Inmas Kanwil Kemenag Riau, merupakan salah satu kutipan surat RA Kartini yang ditujukan kepada Prof. Anton dan istrinya.
“Ini membuktikan bahwa, Kartini tidak saja berjuang untuk kebebasan perempuan tapi juga pendidikan agar kita bisa lebih peka dalam menjalankan tugas sebagai perempuan,” tegasnya.
Ia menambahkan, saat ini para wanita sudah banyak bekerja membantu para suaminya mencari nafkah, namun meskipun begitu para ibu menjadikan keluarga lebih utama. Setinggi apapun pangkatnya, setinggi apapun pendidikannya para wanita harus tetap menjadi ibu rumah tangga yang baik bagi keluarganya. “Dan yang terpenting lagi disini bagi saya para wanita harus pandai memasak meskipun ditengah kesibukan dalam kariernya,” ungkapnya. (jon/dms)