Riau (Inmas)- Peran
dan fungsi Hakim pada setiap even pelaksanaan Musabaqah
Tilawatil Qur’an (MTQ) memegang peranan sangat penting. Hakim harus dapat memberikan penilaian-penilaian
subjektif, menjaga kredibelitas, netral dan professional, sehingga menghasilkan
qori-qori’ah yang berkualitas.
Untuk itu Plt Gubernur Riau melalui Sekretaris Daerah Provinsi Riau H Ahmad Hijazi SE M SI, Selasa (13/11/2018) dalam sambutannya pada pembukaan Oreintasi Peningkatan Mutu dan Kualitas Hakim MTQ Tahun 2018 di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru berharap agar recruitment calon hakim MTQ tahun 2018 berpedoman kepada MTQ Nasional tahun 2018 di Sumatra Utara.
“Saya mengajak
kita semua, terutama
melalui kegiatan kita saat ini, mari masing-masing kita, terutama para peserta
untuk dapat meformulasikan sebuah pemikiran yang lebih komprehensif, yang sagat
bermanfaat dalam pembangunan bidang keagamaan di Provinsi Riau tercinta ini. Dan saya
memberikan suatu apresiasi yang tinggi terhadap langkah-langkah kita semua,
dalam rangka meningkatkan pemahaman dan pengetahuan bagi para Hakim MTQ tahun
2018. Saya berharap kepada semua pihak, kiranya semua ini benar-benar menjadi perhatian
kita bersama. Selanjutnya kepada para peserta, saya ucapankan Saudara-saudara
benar-benar dapat bersungguh-sungguh mengikuti setiap agenda hingga berakhirnya
kegiatan ini,” ungkapnya.
Menurut Ahmad Hijazi, keberadaan hakim pada
setiap ajang MTQ perlu dilakuan evaluasi
agar para hakim
dapat memberikan penilaian-penilaian subjektif, menjaga kredibelitas, netral
dan professional, sehingga menghasilkan qori-qori’ah yang berkualitas.
Untuk itu ia menyambut baik diselenggarakannya Orientasi Peningkatan mutu dan Kualitas Hakim MTQ ini, serta memberikan apresiasi yang tinggi terhadap langkah-langkah LPTQ Provinsi Riau, dalam rangka meningkatkan pemahaman dan pengetahuan bagi para Hakim MTQ tahun 2018.
Ia menekankan,
perhelatan MTQ
baik nasional maupun tingkat Provinsi telah menjadi sarana syiar Islam bagi
masyarakat. Setiap pelaksanaan MTQ telah menghasilkan juara-juara baru yang didasarkan dengan penilaian para Dewan
Hakim. Hakim pada perhelatan keputusan akhir pada sebuah perlombaan MTQ, baik
itu tingkat nasional maupun Provinsi dan Kabupaten/Kota. Oleh karena itu para
hakim perlu meningkatkan pengetahuan dan penguasaan materi yang diperlombakan
pada helatan MTQ.
“Melalui Orientasi Peningkatan Mutu dan Kualitas Hakim MTQ tahun 2018 ini merupakan sarana pembekalan bagi para Hakim dalam menghadapi MTQ pada tahun 2018. Pembekalan bagi para hakim ini senatiasa sangat diperlukan dalam setiap pelaksanaan MTQ. Hakim sebagai juru adil harus memiliki integritas dan kecakapan serta pengalamannya dalam cabang yang dilombakan,” ucapnya.
Peningkatan Mutu dan Kualitas Hakim MTQ kata Ahmad Hijazi, menjadi factor yang sangat strategis dealam menentukan suksesenya MTQ serta keberhasilan yang membangun citra seluruh pelaksanaan MTQ. Dan ini bukan menyangkut persoalan penilaian juara semata, tetapi pelaksanaan tugas hakim selama MTQ berlangsung harus professional dan independen, sehingga posisi hakim akan sangat menentukan arah dan tujuan akhir dari pelaksanaan MTQ. (mus/ady)