Kuansing (Inmas) - Ka.Kanwil Kemenag Riau, Drs. H. Ahmad Supardi Hs, MA mengadakan kunjungan kerja sekaligus silaturahmi di Kankemenag Kab. Kuansing, Selasa (8/110) di Aula Pertemuan Kankemenag Kab. Kuansing dan dihadiri oleh Ka. Kankemenag Kab. Kuansing beserta jajaran pejabat dan pegawai di lingkungan Kankemenag Kab. Kuansing.
Pada sambutannya Ka.Kanwil Kemenag riau, Drs. H. Ahmad Supardi Hs, MA menjelaskan mengenai 5 program Kemenag yang harus segera dilaksanakan.
"5 program penting Kemenag yang harus segera dilaksanakan pada saat ini yaitu meningkatkan kualitas kehidupan umat beragama seperti halnya sisi pelaksanaan ibadah yang bukan hanya sebagai kewajiban tetapi ibadah itu merupakan kebutuhan kita sebagai umat Islam karena pada dasarnya kita yang membutuhkan Allah SWT untuk membantu kita hidup lebih baik. Kemudian poin kedua pada program prioritas Kemenag ini yaitu peningkatan kualitas kerukunan umat beragama yang tidak hanya meliputi kondisi ekstern antar umat beragam tetapi kondisi saat ini justru keadaan intern di dalam umat agama itu sendiri yang dapat memecah belah umat," jelas Ahmad Supardi.
Lebih lanjut Beliau menjelaskan poin berikutnya yaitu poin ketiga peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan seperti madrasah dan pondok pesantren yang langsung kita bina dan sekolah umum yang berbasis agama yang merupakan bagian dari kerjasama antar lembaga, kemudian poin keempat yaitu pelayanan ibadah haji dan umrah. Saat ini kita sedang berkoordinasi dengan Pemprov Riau mengenai Embarkasi Haji Antara yang akan beroperasi pada tahun 2017, semoga rencana ini dapat berjalan lancar.
"Poin terakhir sebagai penutup yaitu tata kelola pemerintah. Kita sebagai PNS saat ini haruslah berbangga hati karena pemerintah sudah banyak melakukan beberapa kebijakan untuk kesejahteraan PNS. Adanya gaji, tunjangan, dan biaya lainnya tentunya sudah dapat membuat kita menjadi termotivasi dalam bekerja. Apabila kita digaji 9 juta maka sebaiknya yang kita lakukan harus lebih dari 9 juta maka kelebihannya itu akan dibayar pahal atau minimal 9 juta pas maka antara pekerjaan yang kita lakukan dengan gaji yang kita dapat akan impas. Berbahaya kalo kita digaji 9 juta tapi pekerjaan yang kita lakukan hanya senilai kurang dari 9 juta itu yang dinamakan makan gaji buta. Maka dari itu saya mengajak seluruh pejabat, pegawai PNS, ataupun non PNS mari kita bekerja dengan maksimal. Upayakan yang terbaik dalam melaksanakan tupoksi untum mensukseskan 5 program prioritas Kementerian Agama," jelas dan penutup bapak yang humoris ini. (nvm/izan)