0 menit baca 0 %

Perdana di Indonesia, Sinkronisasi dan Evaluasi Program KUB Bergiliran se-Riau

Ringkasan: Bengkalis (Inmas)- Menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi KUB yang diikuti oleh FKUB Kabupaten/Kota dan Kankemenagkab/Kota se-Provinsi Riau yang dilaksanakan di Pekanbaru 19 Juni 2019 lalu, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau bersama Pemerintah Kabupaten Bengkalis dan FKUB Bengkalis menye...

Bengkalis (Inmas)- Menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi KUB yang diikuti oleh FKUB Kabupaten/Kota dan Kankemenagkab/Kota se-Provinsi Riau yang dilaksanakan di Pekanbaru 19 Juni 2019 lalu, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau bersama Pemerintah Kabupaten Bengkalis dan FKUB Bengkalis menyelenggarakan acara Sinkronisasi dan Evaluasi Program Kerukunan Umat Beragama di Gedung Daerah Datuk Laksamana Raja di Laut di Kota Bengkalis (18/07).

Acara yang bertemakan “Memotret Perkembangan FKUB dan Kondisi Terkini Kerukunan yang diinisiasi oleh FKUB Kabupaten Bengkalis tersebut dihadiri oleh berbagai kalangan termasuk Bupati Bengkalis yang diwakili oleh Sekda Bustami HY, SH, MM, Dandim 0303 Bengkalis dan Kapolres Bengkalis, Kakanwil Kemang. Provinsi Riau yang diwakili oleh Kasubbag Hukum dan KUB H. Anasri, S. Ag., M. Pd, Kakankemenagkab Bengkalis yang diwakili oleh Kasubbag TU Dr. H. Carles, M. Ag, Ketua LAM Bengkalis, Ketua FKUB Provinsi Riau yang diwakili oleh K. H. Misran Agusmar, Lc, dan seluruh perwakilan FKUB Kab./Kota se Provinsi Riau.

Menurut Anasri, bentuk kegiatan ini merupakan kegiatan yang pertama sekalinya diadakan di Indonesia di mana FKUB Kabupaten/Kota menjadi tuan rumah penyelenggara bagi peserta FKUB lainnya dalam satu wilayah provinsi/kabupaten.

“Baru kali ini ada kegiatan Rapat KUB yang dilaksanakan secara bergantian di setiap kabupaten/kota. Dan direncanakan untuk bergiliran dalam setiap bulan atau dua bulan sekali diadakan di kabupaten/kota lainnya agar bisa diketahui dan dihayati bagaimana sesungguhnya kondisi kerukunan di wilayah tersebut. Di samping itu juga akan memperluas wawasan kerukunan kita semua”, jelasnya.

Sementara itu Sekdakab. Bengkalis Bustami HY menekankan pentingnya memelihara dan meningkatkan kerukunan terutama di Bumi Melayu yang terkenal akan kermahan dan sopan santunnya itu.

“Kita berharap agar budaya Melayu yang mengedepankan kesantunan dan akomodatif terhadap pendatang siapa saja dari luar sepanjang berpegang pada prinsip di mana bumi dipijak di situ langit dijujjung bisa merupakan faktor penguat kerukunan yang sekaligus merupakan kearifan lokal yang tetap dilestarikan dan dikembangkan”, tambah Sekda yang berkarir mulai dari pegawai rendah gol. II ini.

Pada kesempatan itu juga turut memberikan sambutan dan apresiasinya Dandim 0303 dan Kapolres Bengkalis sebagai aparatur keamanan yang menjadi garda terdepan dalam menjaga ketertiban dan keamanan umat beragama yang bermastautin di wilayah pesisir terluar Sumatera tersebut.

Acara kemudian dilanjutkan dengan Rapat dan Pemaparan Kondist teraktual dan terkini kerukunan di wilayah masing-masing kabupaten/kota. Fokus permasalahan sebagian besar berkisar sekitar pendirian dan pemanfaatan rumah ibadat, penodaan agama, fkub, kepentingan politik bernuansakan agama, dan sebagainya.

Anasri selaku moderator menyimpulkan bahwa ada tiga isu utama terkait kerukunan di Indonesia khususnya di wilayah Riau. “ Pokok permasalahan KUB tidak akan lari dari hal-hal berikut seperti Pendirian Rumah Ibadat, Penodaan Agama dan Aliran Sesat, kepentingan agama demi tujuan politik, keanggotaan FKUB, dan beberapa isu aktual lainnya terkait situasi politik-ekonomi.”

Hal senada juga diaminkan oleh Kyai Misran dari Ihsan Boarding School. “Kita selaku umat beragama termasuk Umat Islam sudah sepakat untuk bersatu di bawah dasar Pancasila. Namun kesepakatan itu harus dibuktikan dan dikuatkan oleh tokoh-tokoh agama itu sendiri. Sebagai contoh seorang tokoh muslim di wilayah Selatan Thailand bisa menjadi simbol dan pelopor kerukunan di negara Gajah Putih tersebut, meskipun penduduk muslim adalah minoritas di sana. Hal seperti ini yang masih langka di negara kita”, ujar penggiat dan pembina Pramuka lulusan Al-Azhar Mesir dan Gontor tersebut

Mengakhiri acara Sinkronisasi dan Rapat Evaluasi tersebut tak lupa digagas rencana studi banding kerukuan ke daerah-daerah yang memperoleh award kerukunan FKUB Kab./Kota berprestasi di Indonesia seperti di Aceh, Yogyakarta, dan daerah lainnya. (Ans/AS/Vera).