0 menit baca 0 %

Perbedaan Aqidah bukan Penghabat Persatuan dan Persaudaraan

Ringkasan: Dumai (Humas) - Dalam kehidupan ini kita bisa duduk bersama walaupun berbeda Aqidah. Perbedaan Aqidah bukanlah penghabat ataupun penghalang untuk bersatu dan mempererat persaudaraan. Keanerakagaman keyakinan bukan berarti berbeda dalam bergaul, berbeda dalam bersikap, berbeda dalam bertindak, tapi m...
Dumai (Humas) - Dalam kehidupan ini kita bisa duduk bersama walaupun berbeda Aqidah. Perbedaan Aqidah bukanlah penghabat ataupun penghalang untuk bersatu dan mempererat persaudaraan. Keanerakagaman keyakinan bukan berarti berbeda dalam bergaul, berbeda dalam bersikap, berbeda dalam bertindak, tapi melalui Agama kita bisa bersatu. Demikian disampaikan Kakan Kemenag Kota Dumai Drs H Darawi MA, pada Orientasi Kerukunan Umat Beragama Bagi Pelajar dan Mahasiswa Se Kota Dumai 2012, yang dilaksanakan Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Dumai (FKUB), yang dibuka Wakil Wali Kota Dumai dr H Agus Widayat, Kamis (19/07/2012) di Hotel Comfort. Jl jenderal Suderman Dumai. Hadir pada acara tersebut Wakil Walikota Dumai, sekaligus Dewan Penasehat FKUB Dr H Agus Widayat, Kakan Kemenag Kota Dumai Drs H Darawi MA, Polres Kota Dumai diwakili Waka Polresta Dumai, Kabid Mutendik Disdik Kota Dumai H. Misdiono, Dewan Pengurus FKUB Kota Dumai, Tokoh Masyarakat Kota Dumai, Tamu Undangan dan 150 peserta utusan dari sekolah tingkat SLTP dan SLTA serta perwakilan Mahasiswa dibeberapa Perguruan Tinggi se Kota Dumai. Wakil Wali Kota Dumai dr H Agus Widayat dalam sambutannya mengatakan, Rasa kebangsaan harus terus kita pupuk secara terus menerus untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa. Orientasi ini merupakan salah satu kegiatan untuk menumbuhkan rasa kebangsaan itu dengan mengingatkan empat pilar bangsa kita yaitu UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, Pancasila dan NKRI. Ditambahkan Wakil Wali Kota Dumai, bahwa keanekaragaman budaya, suku, dan termasuk agama kita jadikan sebagai alat pemersatu dan saling harga menghargai serta hormat menghormati untuk membangun Kota Dumai Kedepan. Sedang Kakan Kemenag Kota Dumai Drs H Darawi MA mengatakan, Kerukunan Umat Beragama sangat perlu dihayati dalam membangun umat, berbeda agama bukan berarti penghambat pembangunan. tidak ada agama yang mengajarkan kita saling ejek, saling bertengkar, saling tuding dan saling pecah belah. Tapi agama mengajarkan kepada penganutnya untuk saling hormat menghormati antara satu dengan lainnya. Lebih lanjut H Darawi mengatakan, untuk itu Dumai yang begitu kondusif saat ini harus tetap kita jaga dan lestarikan. Tapi jangan sampai kita terlena dengan kondisi yang kondusif ini, sehingga menyebabkan kita lalai untuk menjaga dan pertahankannya. “ kepada pelajar dan mahasiswa yang ada di Kota Dumai untuk tetap terikat dengan ajaran agamanya. Sebab dengan berpegang teguh dengan ajaran agama masing-masing keharmonisan, ketentraman dan kerukunan hidup beragama akan terjaga dengan baik dan melalaui agama juga kita dapat menolak budaya-budaya yang tak sesuai dengan budaya kiya dan budaya melayu. kepada Tokoh agama, pemuka masyarakat diucapkan terima kasih banyak karena telah membuat begitu kondusif dan nyaman Kota Dumai.” Harapnya Kakan Kemenag menambahkan dalam mengakhiri sambutannya, apapun kegiatan FKUB Kami dari kementerian Agama akan terus mendukung sepanjang kegiatan yang dilaksanakan untuk membangun masyarakat kearah yang positif. Menurut Ketua FKUB Kota Dumai Azhar Yazid SPdi mengatakan, dipandang perlu untuk melaksanakan orientasi ini karena kenyamanan dan kondusif yang ada sekarang ini dikuatirkan tidakan akan terjaga apabila masyarakat khususnya mahasiswa dan pelajar yang ada di Kota Dumai ini kurang memahami akan pentingnya kerukunan beragama. Sedangkan menurut Ketua Panitia Muhammad S.Sos. maksud dan tujuan dilaksanakan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman yang benar kepada pelajar dan mahasiswa tentang pentingnya toleransi beragama di Kota Dumai yang penduduknya multi etnis. (harmi)