0 menit baca 0 %

Perbedaan Antara Ujian, Musibah dan Azab

Ringkasan: Kampar (Inmas) Dunia adalah arena bagi manusia untuk berlomba-lomba mengumpulkan amalan shaleh untuk bekal kehidupan akhirat kelak. Namanya lomba sudah pasti tak akan lepas dari yang namanya halangan dan rintangan.   Dalam kehidupan nyata, rintangan ini adalah ujian yang diberikan Allah SWT kepada...

Kampar (Inmas) – Dunia adalah ‘arena’ bagi manusia untuk berlomba-lomba mengumpulkan amalan shaleh untuk bekal kehidupan akhirat kelak. Namanya lomba sudah pasti tak akan lepas dari yang namanya ‘halangan’ dan ‘rintangan.’  Dalam kehidupan nyata, rintangan ini adalah ujian yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya untuk menguji kesabaran dan ketaatannya. Namun,  Allah SWT tak hanya menurunkan ujian tapi juga menurunkan musibah dan adzab. Lalu, apa perbedaan dari ketiga istilah tersebut?..

Demikian salah satu poin yang disampaikan Abuya Nursal MH, yang merupakan Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kec. Kampa, dalam tausiyah pagi jum’at (01/03/201 di Musholla Miftahul ‘Ilmi Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar.

Ujian yang secara bahasa berarti ikhtibar (penyelidikan) dan imtihan (percobaan), baik berupa kesulitan maupun kesenangan, kebaikan maupun keburukan. Allah SWT memberikan ujian kepada manusia deng?n tujuan menguji siapa hambaNya yang bersyukur atas ujian nikmat yang diperoleh dan siapa yang bersabar atas kesulitan yang menimpanya, agar diketahui siapa diantara hambaNya yang paling baik paling amalnya.

Allah SWT telah berfirman, “Setiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan, dan hanya kepada Kamilah kalian dikembalikan.” (QS Al Anbiya`: 35).

Ibnu Abbas pernah berkata : “Allah SWT menguji kalian dengan kesulitan dan kesenangan, kesehatan dan penyakit, kekayaan dan kemiskinan, halal dan haram, ketaatan dan kemaksiatan dan petunjuk hidayah dan kesesatan.”

Ujian adalah cara Allah SWT mencintai hamba-Nya. Allah hendak membersihkan jiwa-jiwa manusia dengan sebuah ujian. Ketika manusia tersebut bisa melewatinya dengan baik. Maka ia telah lulus ujian dari Allah. Selain itu, ujian adalah penggugur dosa-dosa manusia.

Musibah secara bahasa identik dengan teguran atau peringatan y?ng sudah menjadi ketentuan Allah SWT terjadi karena kesalahan y?ng kita perbuat. Apabila Allah menghendaki kebaikan, maka Allah SWT menyegerakan hukumannya dengan cara ‘ditegur’ di dunia sehingga ia menjadi lebih baik dan suci dari dosa. Namun apabila Allah SWT tidak mencintai hambaNya, ia akan tunda hukumannya akibat perbuatan dosa-dosanya dan akan ditunaikan di akhirat kelak.

Allah SWT berfirman, “Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.” (QS Al Maidah: 49).

Adapun adzab adalah siksaan yang Allah berikan kepada orang-orang kafir baik di dunia maupun akhirat berupa musibah dan adzab di dunia sementara adzab y?ng lebih besar menanti di akhirat.

“Wahai kaumku, janganlah hendaknya pertentangan antara aku (dengan kamu) menyebabkan kalian menjadi jahat sehingga kalian ditimpa musibah (azab) seperti yang menimpa kaum Nuh, kaum Hud, atau kaum Shalih. Sedang kaum Luth tidak (pula) jauh (tempatnya) dari kalian.” (QS Hud: 89). (Ags/Usm)