Riau (Inmas)- Niat
dan komitmen Kanwil Kemenag Riau untuk membangun embarkasi haji di Riau masih
terus diupayakan hingga saat ini. Terbukti keluarnya surat Dirjen
Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag
RI nomor B-14005/DJ/Dt.II.II/4/Hj.05/07/2019
terkait hasil reverifikasi Gedung Rusunawa Mekarsari Sebagai Asrama Haji
Embarkasi Haji Riau pada Tanggal 14 Januari 2019. Hal itu disampaikan Kabid PHU
Kemenag Riau Drs Erizon Efendi pada Rabu (16/01) sore.
Berikut sejumlah saran perbaikan hasil Reverifikasi
Gedung Rusunawa Mekarsari sebagai Asrama Haji Embarkasi Haji Riau yang telah
dilakukan pada Tanggal 8 Januari 2019 lalu :
-Perlu
pemasangan name tag di masing masing
ruang layanan termasuk aula kedatangan dan aula keberangkatan.
-Perlu melakukan pengecetan ulang seluruh kamar di ketiga gedung yang ada, mengingat cat sudah kusam.
-Gedung aula kedatangan, aula keberangkatan, ruang makan, masjid, fasilitas manasik, gudang dan parkir dinilai sudah cukup, namun untuk kelancaran pelayanan ada beberapa hal yang perlu dicatat diantaranya terkait proses biometrik dan finger print akan dilakukan di aula kedatangan, sehingga seluruh jamaah dapat dipastikan telah melakukan proses biometrik tersebut. Kemudian untuk menjaga sterilisasi di aula keberangkatan, proses pemeriksaan tas kabin akan dilakukan di pintu masuk bagian belakang, dan atas saran imigrasi serta Aviation Security akan dibuatkan pintu besi diujung lorong ketika jamaah haji akan masuk ke bis. Selain itu untuk kelancaran, area parkir hanya untuk 11 armada bis, kendaraan lain disarankan tidak berada diarea parkir.
- Untuk
jaminan kelancaran pelaksanaan penyelenggaraan operasional haji di Pekanbaru
agar segera mengambil langkah langkah diantaranya: Menyampaikan jaminan
anggaran operasional penyelenggaraan haji yang telah mendapat persetujuan DPRD,
menyampaikan surat persetujuan dari seluruh pemerintah daerah tingkat II
Kab/kota bahwa seluruh jamaah haji asal Riau akan melakukan proses custom, imigration and quarantine (CIQ)
di Asrama Haji Embarkasi Antara Pekanbaru, Riau. Menyampaikan jaminan
tersedianya dua X-Ray untuk pemeriksaan
barang bagasi tercatat di gudang dan pemeriksaan tas kabin yang akan
ditempatkan di aula kebernagkatan serta satu walk through untuk pemeriksaan
orang yang juga akan ditempatkan di aula keberangkatan. Melakukan penyusunan
dan pembahasan standart operating prosedure layanan satu atap dengan instansi
terkait. Melakukan pemasangan jaringan siskohat dengan berkoordinasi pada unit
teknis terkait di Ditjen PHU.
Sebagai informasi saran perbaikan tersebut agar segera
dilaksanakan dalam waktu dekat, sehingga untuk selanjutnya terkait persiapan
dan kelancaran operasional haji di provinsi Riau sekaligus percepatan pemenuhan
saran perbaikan, perlu sinergitas dan koordinasi yang intens antara Kemenag
Riau dengan Pemerintah Provinsi Riau.(vera/aw)