Pekanbaru - (Inmas) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs. Ahmad Supardi Hasibuan,MA didampingi Pembimbing Masyarakat Buddha memberikan sambutan sekaligus materi pada kegiatan Janatta Pariyatti Dhamma Tingkat Provinsi yang dilaksanakan di Hotel Ameera, Sabtu 07 Okt 2017.
"Kegiatan Keagamaan seperti ini sudah terjadi pada semua agama, pada Agama islam yang disebut dengan MTQ, pada agama Kristen dengan istilah PESPARAWI, pada Katolik dengan sebutan PESPARANI, agama Hindu dengan UTSAWA DHARMA GITA dan Buddha dengan SWAYAMWARA TRIPITAKA GATTA" Papar Mantan Kemenag Rohul ini.ย
Peradaban dunia ini dibangun dari agama, sejarah besar yang ada di dunia ini bersumber dari agama salah satunya Candi Borobudur. Setelah dilakukannya peradaban Umat Buddha sepakat " Tripitaka" sebagai Pedoman utama dalam menjalankan ajaran agama Buddha.
"Tidak semua orang bisa sampai ke tingkat Provinsi dan Jangan Puas diri pada posisi ini masih ada event Nasional, yang harus kita hadapi "ย tambahnya. Lebih lanjut Ahmad Supardi berharap lewat terlaksananya Janatta Pariyatti Dhamma mampu
Pertama sebagai Umat Buddha bisa semakin mendekatkan diri dengan Kitab suci dan menularkan kepada Umat Buddha yang ada di sekeliling kita.Kedua sebagai ajang menyiapkan diri untuk memasuki era persaingan.
Ahmad Supardi berpesan selamat bertanding, membawa nama baik Riau adalah Prioritas sebagai Utusan dari Provinsi Riau, berjuanglah dan beri yang terbaik.
Tarjoko menambahkan acara yangย dihadiri 100 orang peserta ini digelar selama empat hari bertujuan untuk mempersiapkan Kontingen Provinsi Riau mengikuti ajang Swayamwara Tripitaka Gatta di Magelang, Jawa Tengah pada 01 s/d 05 Nov 2017. Dari seratus orang peserta yang diseleksi, dibutuhkan 20 Orang yang nantinya akan membawa nama Riau pada Swayamwara Tripitaka Gatta, paparnya mengakhiri (belen).