0 menit baca 0 %

Penyusunan Soal USBN Pontren menuju Standar Kompetensi Keilmuan Santri

Ringkasan: Riau (Inmas) - Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau mengadakan kegiatan penyusunan Naskah Soal USBN pondok Pesantren Salafiah Se-Riau Tahun 2019. Kegiatan tersebut di laksanakan pada Kamis 14 Februari 2019 bertemapt di hotel Cititel Pekanbaru.

Riau (Inmas) - Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau mengadakan kegiatan penyusunan Naskah Soal USBN pondok Pesantren Salafiah Se-Riau Tahun 2019. Kegiatan tersebut di laksanakan pada Kamis 14 Februari 2019 bertemapt di hotel Cititel Pekanbaru.

Hadir dalam kegiatan ini Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam, Kepala Seksi yang ada di Bidang PAKIS Kanwil Kemenag Riau dan peserta utusan Kabupaten/Kota di Provinsi Riau.

Dalam sambutannya Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau DR. H. Mahyudin,MA mengatakan bahwa Kegiatan ini perlu dicermati sebaik-baiknya dengan waktu yang singkat untuk menghasilkan penyusunan soal USBN yang baik. Ujian atau evaluasi sangat penting sebab ujian merupakan satu sarana untuk mengukur sampai dimana tingkat keberhasilan dan ketercapaian yang dilaksanakan. Evaluasi juga merupakan suatu keharusan karena jika tidak dilakukan evaluasi tidak dapat di ketahui dimana tingkat keberhasilannya. Dan untuk mengukur kebijakan pemerintah sampai dimana sudah dicapai.

Disamping itu sebuah pondok pesantren memiliki standar khusus, diantaranya standar bahan ajar (materi-materi yang diajarkan yang Islami, standar kurikulum (memiliki tujuan akhir), standar pendidik (pendidik yang muslim) dan standar lembaga (pendidikan yang bercirikan Islami).

Sementara itu Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau Drs. H. Fairus, MA mengatakan bahwa kegiatan USBN PPS ini akan selalu mampu meningkatkan kualitas dari pelaksanaan pendidikan di pondok pesantren salafiah, sebab salafiah identik dengan pendidikan non formal dengan ujian paket, akan tetapi setelah dua tahun terakhir seluruh santri Riau mengikuti USBN dan juga mengikuti UNBK, santri ini selanjutnya akan memiliki ijazah nasional dan ijazah pondok.

Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang Peserta, dimana terdapat 9 orang Kepala Seksi Pendidikan Pondok Pesantren dan 31 orang peserta yang merupakan Perwakilan Pondok pesantren salafiah yang ada di provinsi Riau dan pada kesempatan ini jiga akan dilaksanakan penyusunan Soal USBN tahun 2019. Dengan 7 mata pelajaran yakni Al Qur'an, Hadits, Aqidah, Akhlak, SKI, Bahasa Arab, Fiqih. Demikian disampaikan oleh Ketua Panitia Dr. H. M. Fakhri, M.Ag.

Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari di mulai dari tanggal 14-17 Februari 2019.

Pada kesempatan ini juga dilakukan kesepakatan dan pembacaan Fakta Integritas pokja PKPPS se Riau dalam penyusunan Soal USBN tersebut. (ana/fat)